BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?

Jika kita berbicara mengenai iman, tentu saja hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari tindakan. Yakobus 2:26 sudah menuliskannya untuk kita, bahwa iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Beberapa kali Yesus memuji iman orang-orang yang ditemui-Nya. Contohnya kisah pada Lukas 7:50. Setelah wanita berdosa itu meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, Yesus kemudian mengucapkan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Teman, penting bagi kita untuk mengerti bahwa iman seseorang dapat terlihat dari tindakan orang tersebut.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Perlu Anda garisbawahi bahwa yang Yesus puji bukanlah PERBUATAN wanita itu, melainkan IMANnya.

Banyak orang, saat dalam masalah, bertanya kepada saya, “Apa yang harus saya lakukan?” Pertanyaan itu menyiratkan sebuah fakta bahwa mereka mengira perbuatan merekalah yang terpenting, yang dapat mengubahkan situasi. Tidak demikian. Beberapa orang lain juga mengira jika mereka berbuat sesuatu yang rohani, seperti banyak berdoa, berbuat baik, memberi persembahan, dan lain sebagainya, barulah Tuhan akan mengabulkan doa dan permohonan mereka. Sungguh keliru!

Tentu saja tidak ada yang salah dengan berdoa, berbuat baik, atau memberi persembahan. Saya pun melakukan hal tersebut. Namun, bukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda, melainkan apa yang mendorong Anda melakukan perbuatan-perbuatan itu yang menyelamatkan Anda.

Galatia 3:11 jelas mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena MELAKUKAN hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan HIDUP OLEH IMAN.” Perhatikan, Firman Tuhan katakan bukan karena perbuatan, melainkan oleh iman.

Mari kita gali lebih dalam supaya kita benar-benar mengerti.

Saya ambil contoh persepuluhan. Anggaplah ada dua orang Kristen yang beribadah di dua gereja berbeda.

Orang pertama mendengar hamba Tuhan berkhotbah di gerejanya, “Kalau kamu tidak memberi persepuluhan, kamu mencuri uang Tuhan, kamu menipu Tuhan. Akibatnya, Tuhan akan mengirimkan binatang pelahap untuk menggerogoti berkat di dalam hidup kamu.” Setelah mendengar khotbah di atas, karena merasa takut mencuri uang Tuhan, orang pertama kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Orang kedua mendengar khotbah mengenai persepuluhan di gerejanya, “Tuhan sudah sediakan kelimpahan bagi setiap orang percaya. Ketika kita menabur, Tuhan berjanji melipatgandakan setiap benih kita menjadi 30, 60, dan 100 kali lipat. Jika Anda percaya kepada janji-Nya mengenai kelimpahan, mulailah menabur.” Setelah mendengar khotbah itu, karena percaya kepada janji Tuhan, orang kedua kemudian memutuskan untuk memberi persepuluhan.

Sekarang perhatikan. Kedua orang di atas melakukan perbuatan yang persis sama, yaitu memberi persepuluhan. Pertanyaan saya, orang mana yang sedang melakukan tindakan iman? Jelas orang yang kedua. Sementara, orang pertama memberi persepuluhan berdasarkan ketakutan. Itu bukan iman.

Anda lihat, bukan “Apa yang harus saya lakukan?” yang terpenting, melainkan “Apa yang harus saya percayai?” yang jauh lebih penting.

Anda tidak perlu repot memikirkan yang harus dilakukan, karena pada dasarnya kita semua sudah tahu harus melakukan apa. Yang jadi masalah adalah apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut. Pastikan perbuatan Anda yang lakukan timbul karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Kalau hal tersebut didorong oleh iman, Yesus katakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau …” Di lain cerita, Yesus berkata, “Jadilah seperti yang engkau percaya.”

Supaya mudah mengenalinya, sebuah tindakan iman selalu diiringi oleh perkataan iman, sedangkan tindakan ketakutan selalu diiringi oleh perkataan penuh kekuatiran dan ketakutan.

Suatu hari ada seseorang perwira yang meminta kesembuhan kepada Yesus untuk hambanya yang sedang terbaring sakit (baca: Matius 8:5-13). Yesus menawarkan diri datang kepada hamba tersebut, tetapi sang perwira mengatakan, ” … katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Hal yang sama juga terjadi pada wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (baca: Markus 5:25-34). Bersamaan dengan tindakannya mendekati dan menjamah jubah Yesus, wanita ini berkata dalam hatinya, ““Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Anda lihat, perkataan dan tindakan iman selalu berjalan bergandengan.

Jadi, apa itu tindakan iman? Tindakan yang Anda lakukan karena Anda percaya kepada janji Tuhan. Anda bisa mengecek hidup Anda dengan mudah. Apakah tindakan, perbuatan, atau keputusan yang Anda lakukan didasarkan karena Anda memegang janji Tuhan, atau karena ketakutan dan kekuatiran? Dengan kata lain, saya ingin menegaskan, untuk melakukan sebuah tindakan iman, Anda perlu tahu kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu tahu janji Tuhan. Tindakan iman bukanlah tindakan yang dilakukan karena nekat, sok berani, atau tanpa pertimbangan, melainkan sebuah tindakan yang lahir akibat Anda membaca, merenungkan, lalu memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan janji-Nya (baca: Roma 10:17 & Yosua 1:8).

“Jika saya dalam ketakutan, apakah yang harus saya lakukan?”

Saya tidak menemukan cara lain untuk mengobati penyakit bernama “takut” dan “kuatir” selain dengan percaya kepada janji Tuhan. Anda perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Jika Anda sering “menyiksa” pikiran Anda dengan hal-hal negatif, seperti membaca berita negatif, menonton film dan membaca buku yang memperlihatkan nilai-nilai yang negatif, bergaul dengan orang yang negatif, tidak heran hati dan pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif. Anda perlu segera mengganti “asupan makanan” ke hati dan pikiran Anda dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan.

Anda dapat menggunakan banyak instrumen seperti blog hagahtoday.commendengar rekaman khotbah, menonton video khotbah, datang ke persekutuan, membaca buku rohani, atau minta dibimbing oleh para pemimpin di gereja Tuhan untuk membantu Anda memahami kebenaran. Juga, tinggalkan pergaulan Anda yang buruk yang tidak mendukung pertumbuhan iman Anda. Jika Anda masih tidak mengerti, jangan berhenti, bertanyalah, cari jawabannya, sampai Anda benar-benar memahami dan hati Anda mempercayainya. Jangan kasih ruang kepada iblis untuk menipu hidup Anda.

(Baca juga: ORANG BERMENTAL MISKIN BUKAN BUTUH UANG, MELAINKAN YESUS)

Saya simpulkan begini. Tindakan Anda adalah bukti Anda menyetujui sesuatu dan bukti dari sesuatu yang Anda percayai. Seperti contoh di atas mengenai persembahan. Jika tindakan Anda adalah takut memberi karena takut kekurangan, berarti Anda sedang mempercayai situasi dan kondisi lebih dari janji Tuhan. Atau dengan kata lain, Anda setuju bahwa situasi dan kondisi tersebut adalah bagian Anda. Sebaliknya, ketika Anda memberi, itu adalah bentuk Anda lebih mempercayai janji Tuhan dibandingkan situasi dan kondisi yang Anda alami. Itulah tindakan iman. Tindakan iman membuat Anda melihat jauh ke depan kepada janji Tuhan, kepada apa yang Anda harapkan, melampaui situasi dan kondisi yang sedang Anda alami. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s