APAKAH IMAN KITA DAPAT MENGGERAKKAN TUHAN?

Lima tahun lalu saya pernah membaca sebuah buku yang pada intinya menuliskan bahwa iman kita dapat menggerakkan Tuhan. Ketika kita beriman, dicontohkan dalam buku itu, berdoa semalaman, berpuasa sangat panjang, memuji dan menyembah Tuhan sepanjang hari, hal tersebut akan menggerakkan Tuhan untuk melakukan atau mengabulkan doa dan permohonan kita.

(Baca juga: ARTI UCAPAN “SUDAH SELESAI” DI KAYU SALIB)

Yang si penulis buku tersebut lupakan adalah Tuhan sudah memberikan semua hal yang kita butuhkan, yaitu berkat, mukjizat, kelimpahan, kesembuhan, kesehatan, umur panjang, dan masa depan indah, bersamaan dengan ketika Dia memberikan Yesus di atas kayu salib.

Tidak ada lagi yang dapat Tuhan berikan kepada Anda dan saya. Semua-Nya sudah dianugerahkan kepada Anda, bahkan Anak-Nya sendiri, yang terbaik yang ada di Sorga telah dikaruniakan kepada kita. Tidak ada yang Tuhan pertahankan.

Semua berkat Abraham sudah diberikan. Efesus 1:3 menjamin hal itu, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Garis bawahi kata “segala”.

Anda tidak perlu lagi memohon-mohon seolah Tuhan menahan kebaikan dan kemurahan-Nya. Roma 8:32 dengan gamblang telah menuliskan, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Bukan Tuhan yang perlu digerakkan, kitalah yang perlu percaya, kemudian bertindak. Saya suka sekali mengatakan ini, bahwa mukjizat dalam hidup Anda terjadi secepat Anda mempercayai-Nya. Tuhan tidak pernah menjadi masalah kita. Masalah kita adalah ketidakpercayaan kita terhadap apa yang Tuhan janjikan dan perintahkan.

Pemahaman paling populer mengatakan, saat kita bertindak, barulah Tuhan akan bertindak. Seolah tindakan Tuhan sangat bergantung pada tindakan kita. Beberapa istilah yang pernah saya dengar adalah mengetuk pintu Sorga, menggoncang takhta Allah, dan lain sebagainya. Jelas, hal tersebut salah dan tidak sesuai Firman Tuhan.

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah Anda baru memiliki seorang bayi. Apakah Anda mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bayi Anda, seperti tempat tidur, susu, pakaian, dan kaos kaki, setelah dia lahir? Atau mungkin, Anda menunggu sang bayi meminta dan memohon kepada Anda, lalu baru Anda belikan di supermarket? Saya yakin tidak demikian.

Pasti Anda sudah menyediakan segala sesuatu yang dia butuhkan jauh sebelum dia membutuhkannya. Penyediaan Anda tidak bergantung pada tindakan bayi Anda. Sehingga ketika sang bayi lapar, susu sudah tersedia baginya; ketika dia kedinginan di malam hari, Anda sudah menyiapkan selimut dan pakaian hangat terbaik untuknya. Jika semua orangtua di dunia melakukan hal demikian, terlebih lagi Bapa Sorgawi.

Perhatikan. Tuhan tidak bertindak berdasarkan iman Anda. Dia bertindak atas kehendak-Nya sendiri, karena kasih-Nya yang besar kepada Anda. Iman Anda tidak menggerakan Tuhan, iman Anda menggerakkan Anda untuk bertindak. Banyak orang mengira Tuhan “macet”, sehingga mereka berpikir mereka harus menggerakkan Tuhan supaya memberikan kebangunan rohani, melepaskan kesembuhan dan berkat, dan membuat tanda-tanda ajaib. Di antara Tuhan dan kita, bukan Tuhan yang “macet”.

Ketika kita beriman, atau percaya kepada janji Tuhan, kita pasti bertindak. Kita bertindak karena kita percaya hal tersebut sudah disediakan, sekalipun mata jasmani kita belum melihatnya. Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TINDAKAN IMAN?)

Jika demikian, ini berarti kita tidak menabur supaya Tuhan memberkati kita. Justru kita menabur, karena kita percaya Dia sudah terlebih dahulu memberkati kita. Dan, ketika kita menabur, benih kita akan berbuah 30, 60, 100 kali lipat. Itu janji Tuhan. Begitu halnya dengan berdoa. Kita tidak berdoa kesembuhan supaya Tuhan menyembuhkan kita. Kita berdoa kesembuhan karena hati kita percaya bahwa Dia sudah menyediakan kesembuhan itu untuk kita. Juga mengenai keselamatan. Kita pergi menginjil karena kita percaya bahwa Tuhan sudah menganugerahkan keselamatan bagi semua orang.

Ilustasi di atas sama seperti, seseorang memberikan kepada Anda sebuah mobil baru, tetapi Anda perlu mengambilnya di showroom. Mobilnya sudah tersedia di showroom. Secepat Anda mempercayai perkataan orang tersebut, lalu melangkah ke showroom, secepat itulah Anda menerima mobil yang dijanjikan orang tersebut.

Iman adalah bentuk respons kita terhadap segala sesuatu YANG TELAH Yesus lakukan di atas kayu salib 2000 tahun lalu. Iman adalah satu-satunya jalan supaya kita menerima sesuatu yang Tuhan sudah berikan kepada kita 2000 tahun lalu.

Saya bungkus dalam sebuah kesimpulan.

Tuhan terlebih dahulu menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Saya menyebut ini sebagai kasih karunia atau anugerah Tuhan. Dia telah memberikan semua berkat rohani itu di dalam Yesus. Tuhan memberikan kasih karunia-Nya yang indah itu tidak berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan kasih-Nya yang besar untuk kita, anak-anak-Nya.

Tuhan sudah memberikan kelimpahan, kesehatan, kesembuhan, kuasa, masa depan indah, berkat, dan segala sesuatu yang kita butuhkan. Namun, untuk menerima semuanya itu, kita perlu beriman, kita perlu percaya kepada-Nya. Ya, hanya itu cara-Nya. Roma 5:2a mengatakan, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini.” Perhatikan, bukan karena perbuatan baik kita menerima kasih karunia Tuhan, melainkan karena iman. Dan kemudian, iman kita menghasilkan perbuatan atau tindakan.

“Lalu, apakah artinya saya tidak perlu berbuat baik lagi?”

Seperti saya katakan, perbuatan baik Anda hanyalah buah dari iman Anda. Anda tidak perlu memikirkannya. Saat Anda percaya kepada Tuhan, perbuatan atau tindakan itu akan muncul dengan sendirinya.

Bayangkan Anda menanam sebuah pohon. Selama Anda benar menyiram, memberikan pupuk, dan menyinari dengan matahari yang cukup, Anda tidak perlu memikirkan apakah pohon ini akan berbuah atau tidak, dengan sendirinya pohon itu akan bertumbuh dan berbuah lebat. Begitu juga dengan anak laki-laki Anda. Anda tidak perlu repot memikirkan apakah suatu hari nanti kumisnya akan tumbuh atau tidak. Selama Anda berikan dia makan yang cukup, seiring dia bertumbuh dewasa, kumis itu akan tumbuh dengan sendirinya.

(Baca juga: AYUB (bagian 01) – APAKAH TUHAN BEKERJA SAMA DENGAN IBLIS?)

Bahkan, secara esktrim saya ingin katakan Anda tidak perlu berdoa supaya pohon tersebut berbuah, karena pohon itu akan berbuah dengan sendiri selama akarnya dirawat dan tertanam dengan benar. Begitu juga, Anda tidak perlu berdoa memohon-mohon supaya kumis anak Anda tumbuh. Ketika hati dan pikiran Anda tertanam dan berakar kuat di dalam kebenaran Kristus, ketika Anda percaya, dengan sendiri hidup Anda akan menghasilkan buah perbuatan-perbuatan dan tindakan-tindakan iman yang baik dan mulia; juga kesehatan, berkat, kesembuhan, kelimpahan, mukjizat, umur panjang, dan masa depan yang indah dengan sendirinya akan mengalir dari dalam hidup Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s