KENYATAAN TERBAIK MENGENAI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Efesus 1:5-6 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Di antara semua kebenaran yang Tuhan singkapkan, tidak ada kebenaran yang begitu menggetarkan hati saya selain mengetahui bahwa Tuhan, Sang Pencipta langit dan Bumi, mengasihi saya sebagai anak-Nya. Ya, kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus, dikasihi bukan sebagai hamba atau pelayan, melainkan sebagai anak-Nya.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Ada beberapa hal yang kita perlu mengerti mengenai hal di atas. Galatia 4:7 katakan, sebagai anak, artinya kita adalah ahli-ahli waris akan janji Tuhan. Ya, sebagai anak, kita berhak terhadap setiap janji yang pernah Tuhan ucapkan kepada Abraham (Galatia 3:7-9), yaitu janji kesehatan, berkat, kelimpahan, dan panjang umur.

Berkali-kali, di blog ini, saya mengatakan bahwa kita tidak perlu memohon-mohon untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Kita tidak perlu menunjukkan “kerja keras” kita untuk menerima kebaikan dan kemurahan Tuhan. Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi semata-mata karena kita adalah anak-Nya (orang yang percaya kepada Yesus). Di dunia nyata, hampir tidak ada orangtua yang memberi kepada anaknya setelah mereka memohon-mohon atau setelah mereka bekerja keras. Orangtua memberi atau berkorban bagi anaknya, semata-mata karena mereka adalah anaknya.

Masih tentang anak. Efesus 5:8-9 mengatakan, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Sebagai anak kesayangan Tuhan, kita perlu hidup merepresentasikan Tuhan, yaitu sebagai terang. Firman Tuhan katakan anak terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Teman, kita tidak diciptakan untuk mewakili kegelapan.

(Baca juga: JANGAN MEMBESAR-BESARKAN MASALAH)

Bagi saya, hal di atas adalah kenyataan terbaik sebagai orang yang percaya kepada Yesus. Kita diakui sebagai anak yang dikasihi-Nya dan kita diciptakan sebagai anak terang. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s