IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA

Bahan renungan:

Yohanes 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Selama tiga tahun Tomas bersama-sama dengan Yesus. Tomas mengenal Yesus, Tomas tahu segala mukjizat yang Yesus lakukan, Tomas menyaksikan nubuatan demi nubuatan tentang Yesus digenapi, Tomas juga melihat bahwa semua yang Yesus katakan itu benar adanya. Namun ketika Yesus bangkit, Tomas tidak mempercayai-Nya.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ITU JALAN KELUAR ATAU BEBAN?)

Banyak orang memiliki iman seperti Tomas, mereka mengenal Yesus, tetapi tidak mempercayai-Nya. Sudah mengalami banyak mukjizat dan pertolongan, tetapi tetap tidak mempercayai-Nya.

Melalui Firman Tuhan kita mengetahui bahwa Tuhan itu baik dan Dia hanya merancangkan yang baik bagi anak-anak-Nya. Juga, kita mengetahui bahwa Tuhan ingin kita sukses, diberkati, sehat, dan berumur panjang. Melalui Firman Tuhan kita mengenal Pribadi-Nya, rencana-Nya, dan kehendak-Nya bagi kita. Bagian kita saat ini adalah mempercayai-Nya.

Teman, mengenal dan percaya adalah dua hal yang berbeda.

Anda dapat mengenal seseorang, mengetahui seluk beluk orang tersebut, tetapi belum tentu Anda mempercayainya. Percaya atau tidaknya Anda terhadap seseorang atau terhadap Tuhan merupakan kehendak bebas Anda. Pengenalan Anda terhadap seseorang atau terhadap Tuhan hanya membantu Anda untuk membuat keputusan apakah Anda mau mempercayainya atau tidak.

Bagi saya, sungguh tidak sulit untuk percaya kepada Tuhan. Reputasi-Nya sebagai Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan telah teruji dan terbukti.

Hanya saja terkadang saya bingung dengan orang-orang yang mengenal Tuhan, tetapi tidak mempercayai janji-Nya. Saya berikan ilustrasi. Anggaplah Anda ingin liburan ke Bali menggunakan pesawat. Pernahkah Anda mencari tahu seluk beluk sang pilot atau berkenalan terlebih dahulu dengannya? Saya yakin kebanyakan kita tidak melakukan hal tersebut. Namun, Anda mempercayakan hidup Anda sepenuhnya kepada sang pilot yang tidak Anda kenal, yang bahkan wajahnya tidak pernah lihat sama sekali. Anda percaya kepada sang pilot ketika dia meminta Anda untuk mengenakan atau melepas tali pengaman kursi. Anda percaya kepada sang pilot ketika dia meminta Anda duduk dan tidak ke toilet untuk sementara waktu.

(Baca juga: RENCANA TUHAN JAUH LEBIH BAIK DARI RENCANA TERBAIK KITA)

Jika demikian mengapa kepada Tuhan yang Anda kenal di dalam nama Yesus, yang telah memberikan Diri-Nya sebagai ganti Anda di kayu salib, yang menebus seluruh dosa dan pelanggaran Anda, sulit untuk Anda percayai? Tidakkah seharusnya lebih mudah untuk percaya kepada Tuhan? (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s