DARAH YESUS ADALAH MATERAI PERJANJIAN YANG BARU

Bahan renungan:

Kejadian 15:7-9 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.” Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” Firman TUHAN kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.”

Suatu hari Tuhan memberikan janji kepada Abram bahwa Dia akan membawa Abram ke Tanah Perjanjian. Sesaat setelah mendengar janji itu, Abram bertanya, “Bagaimanakah saya dapat mengetahui bahwa saya akan mendapatkannya?” Apakah pertanyaan ini terdengar familiar di telinga Anda?

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Waktu Abram mengajukan pertanyaan tersebut kepada Tuhan, Tuhan menyuruhnya mengambil seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur, dan seekor anak burung merpati. Itu tanda Tuhan sungguh-sungguh ingin mengikat perjanjian dengan Abram.

Perjanjian sama seperti kontrak, dibutuhkan persetujuan dua dari pihak, hanya saja tanpa batas waktu. Perjanjian bersifat permanen. Satu-satunya cara memutuskan perjanjian adalah kematian. Contohnya pernikahan. Pernikahan adalah perjanjian sampai maut memisahkan.

Di zaman Perjanjian Lama, ketika dua pihak membuat suatu perjanjian, mereka membawa seekor domba atau kambing jantan, lalu membelah hewan tersebut menjadi dua bagian. Kemudian kedua orang tersebut berjalan dari arah yang berbeda di antara kedua potongan tersebut, saling mendekati satu sama lain, saling bertatapan. Ritual itu adalah simbol bahwa apa pun yang menjadi milik orang pertama akan menjadi milik rekannya, begitu juga sebaliknya. Dalam perjanjian itu tentu saja yang paling diuntungkan adalah pihak yang memiliki lebih sedikit.

(Baca juga: DUNIA SEDANG MENAWARKAN “BUAH TERLARANG”. HATI-HATI!)

Teman, Tuhan telah membuat perjanjian yang baru dengan kita melalui Yesus. Darah Yesus merupakan materai persetujuan Tuhan di dalam perjanjian tersebut. Kita adalah pihak yang memiliki lebih sedikit, sedangkan Tuhan pemilik semesta. Dalam perjanjian tersebut, kitalah yang paling diuntungkan, karena apa yang Dia miliki menjadi bagian kita. Melalui Yesus, kesehatan, berkat, pemulihan, kelimpahan, umur panjang, keberhasilan, dan masa depan yang indah adalah bagian Anda. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s