KENAPA HARUS MARAH KALAU ADA YANG MENGOMENTARI ANDA?

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Sungguh rugi jika hati Anda sedih dan pikiran Anda terganggu hanya karena ada orang yang menjuluki Anda sebagai orang yang mudah tersinggung, suka gonta ganti pasangan, atau tukang umbar rahasia. Sungguh rugi jika Anda marah hanya karena ada orang yang memfitnah atau menjelek-jelekan Anda. Sungguh rugi jika Anda jadi mengalami dan merasakan hal-hal yang buruk hanya karena ada orang yang mengatakan Anda kurang ini dan itu.

(Baca juga: SATU-SATUNYA PENYEBAB TUHAN SEDIH TERHADAP KITA)

Setiap kali Anda mendengar komentar negatif mengenai diri Anda, jika hal tersebut benar, yang perlu Anda lakukan adalah akui, minta maaf, dan berubah. Namun, jika hal tersebut tidak benar, Anda tidak perlu marah, sedih, menyerang balik orang tersebut, atau bereaksi negatif lainnya, tetap tenang dan jadikan komentar tersebut sebagai pengingat supaya Anda tidak seperti itu.

Banyak orang lantas sibuk membela dirinya, menjelek-jelekan orang lain, dan mengumbar kelebihan dirinya demi membantah perkataan negatif orang lain. Sungguh reaksi yang emosional dan keliru.

Saya berikan ilustrasi. Seandainya Anda memasak kwetiaw goreng sapi. Seusai masak, Anda tawarkan ke beberapa teman Anda dan kemudian Anda mengatakan,”Saya bilang juga apa, kwetiaw buatan saya adalah yang paling enak.” Menurut Anda, apakah ada yang janggal dengan pernyataan itu? Anda yang masak sendiri dan Anda juga yang memuji masakan tersebut. Bagi saya, seperti inilah orang yang suka membela diri dan mengumbar kebaikan mengenai dirinya demi membantah perkataan negatif orang lain.

Yesus tidak pernah membela Diri-Nya sekalipun Dia memiliki banyak sekali kesempatan untuk membela diri. Firman Tuhan katakan Dia seperti domba yang kelu (Kisah Para Rasul 8:32). Sekalipun dicaci, diludahi, disiksa, dipukul, dan dihina karena melakukan hal yang sama sekali tidak Dia lakukan, Yesus tetap tenang, tidak membela diri, dan tetap merespons dengan kasih. Bagi Yesus, marah, kecewa, sakit hati, atau menyerang balik bukanlah respons yang tepat.

(Baca juga: APAKAH PLAYLIST LAGU ANDA MENCERITAKAN PENGHARAPAN?)

Teman, kita perlu belajar mengendalikan respons kita dalam hal ini, supaya kita dapat tetap tenang dan tetap merespons dengan kasih setiap kali ada orang yang memberikan komentar negatif mengenai hidup kita. Lagipula, kitalah yang paling diuntungkan ketika tetap tenang dan tetap merespons dengan kasih. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s