HEI, BERHENTILAH MARAH!

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah respons yang tepat untuk mengatasi masalah Anda. Seringkali, marah malah membuat masalah menjadi lebih buruk, bahkan, berpotensi menimbulkan masalah baru.

(Baca juga: TANPA TUHAN, KITA LEMAH DAN RAPUH)

Anda masih ingat cerita mengenai Kain dan Habel? Awalnya, Kain marah karena persembahan Habel diterima Tuhan, sedangkan persembahannya tidak. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Kain mengajak Habel ke padang, memukulnya, dan kemudian membunuhnya.

Saya tidak mengerti mengapa Kain malah menyalahkan Habel dalam hal persembahan itu. Namun, itulah akibat dari marah, membuat orang menjadi bodoh dan kehilangan akal sehat.

Saya percaya Kain tidak merencanakan untuk membunuh Habel sebelumnya. Dia hanya marah kepada Tuhan. Namun, Kain membiarkan hatinya dikuasai oleh amarah tersebut, dan akibatnya, amarah itu membuahkan kejahatan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Dengan tegas Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berhenti marah dan meninggalkan hati yang panas. Marah bukanlah cara yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan mengajarkan kasih. Tuhan ingin kita merespons semua masalah kita dengan kasih, karena ketika kita saling mengasihi satu sama lain, itulah yang membuat kita berbeda dengan dunia. Kasih adalah bukti bahwa Tuhan, yang adalah Sumber Kasih, tinggal di dalam hati kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

2 thoughts on “HEI, BERHENTILAH MARAH!

  1. Koh mau tanya,

    Kalau terhadap orang kantor (staff kita) yang membuat kesalahan sama berkali-kali bagaimana solusinya?

    Kalau boleh jujur, pasti kesal. Apa harus tetap sabar dan memakluminya?

    Karena kadang saya melihat ada tipe atasan yg membiarkan/tidak terlalu mempermasalahkan, orang yg selalu salah tersebut akan jadi santai2.

    Dan ada tipe atasan yg memang terkesan galak, tapi membuat karyawannya lebih berhati2.

    Ini berdasarkan situasi di lingkungan saya 😅

    Makasi untuk jawabannya.

    • Shalom Wanti.

      Kalau kamu marah, apakah dia jadi berhenti berbuat kesalahan tersebut? Kalau sudah dimarahi berkali-kali, dia tetap buat kesalahan tersebut, berarti kita tahu bahwa solusi supaya dia nggak berbuat salah lagi bukan dimarahin.

      Begitu juga dengan dibiarkan. Itu bukan bukan solusi yang tepat.

      Mungkin solusinya adalah dievaluasi pekerjaannya, lalu diajarkan dan dituntun cara yang benar untuk mengerjakan hal tersebut.

      Sama seperti kita mengajarkan seorang anak berjalan atau naik sepeda. Dia pasti tidak langsung bisa, perlu waktu, perlu diberikan ruang untuk berbuat salah, dan bagian kita adalah menuntun dia dengan sabar sampai dia bisa.

      Saya ingat istri saya dulu pernah bekerja dengan karyawan sama sekali tidak dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

      Sebenarnya dalam dunia pekerjaan, yang bertanggungjawab atas karyawan yang tidak dapat bekerja dengan baik dan benar adalah pihak HRD, karena mereka yang menyeleksi setiap karyawan yang masuk.

      Kecenderungannya, untuk level manajer ke bawah, pihak HRD mencari yang dapat digaji murah, tanpa mempertimbangkan skill dan pengalaman karyawan tersebut.

      But anyway, istri saya sudah kepalang basah bertemu dengan karyawan yang tidak bisa apa-apa ini. Di satu sisi, hanya itu karyawan yang dia miliki pada saat itu. Akhirnya, pilihan dia cuma satu, mengajari karyawan tersebut dengan sabar. Selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hari ini, karyawan tersebut sudah memiliki jabatan yang sangat baik di perusahaan lain, dan karyawan itu sangat berterima kasih kepada istri saya.

      Dan, yang terpenting, karyawan itu melihat terang Kristus bersinar melalui tindakan yang dilakukan istri saya.

      Saya percaya marah atau membiarkan tidak akan membuat orang dapat melihat Kristus dari hidup kita.

      Semoga bisa memberi pencerahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s