DOA PERJANJIAN LAMA VERSUS PERJANJIAN BARU

Bahan renungan:

Mazmur 84:11 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia TIDAK MENAHAN kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus TELAH MENGARUNIAKAN kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Melalui kata-kata doa seseorang, kita dapat mengetahui apa yang orang tersebut pikirkan mengenai Tuhan. Jika seseorang mengawali doanya menggunakan kata-kata, “Tuhan, saya mohon… ,” “Tuhan, dengarkanlah permintaan saya… ,” “Tuhan, tolong kabulkanlah… ,” “Tuhan, jangan ambil…” saya dapat menarik kesimpulan bahwa orang tersebut secara tidak sadar mengira bahwa Tuhan menahan sesuatu yang baik dari dirinya.

(Baca juga: TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA)

Doa demikian banyak dikutip dari doa para tokoh Perjanjian Lama yang tidak mengetahui bahwa Tuhan rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia.

Kita adalah orang-orang yang beruntung. Kita tahu, karena begitu besar kasih Bapa Sorgawi, Dia merelakan Yesus untuk kita. Jika Yesus saja diberikan, apalagi kesembuhan, berkat, kesehatan, kelimpahan, umur panjang, dan masa depan yang indah (Roma 8:32).

Teman, tidak ada lagi yang Tuhan tahan dari kita. Semua yang baik yang kita perlukan telah dianugerahkan kepada kita bersamaan dengan Yesus 2000 tahun yang lalu. Jika Anda percaya hal tersebut, itu akan mengubah cara Anda berdoa kepada Tuhan.

Doa dalam Perjanjian Lama:

1. Mazmur 28:2 Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.
2. Mazmur 39:12 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
3. Mazmur 79:9 Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bandingkan dengan doa di dalam Perjanjian Baru:

1. Kisah Para Rasul 3:6 Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
2. Yohanes 11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
3. Lukas 13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.”

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Saya percaya Anda dapat merasakan ada dua “nada” yang berbeda antara doa di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Doa dalam Perjanjian Baru dipanjatkan dengan penuh keyakinan bahwa hal tersebut pasti terjadi, tanpa sedikit pun keraguan, sedangkan doa di dalam Perjanjian Lama tersirat seolah hal tersebut belum tentu dikabulkan oleh Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s