APAKAH ORANG PERCAYA MEMERLUKAN PELAYANAN PELEPASAN?

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 8:6-7 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

Setelah lebih dari 100 retreat yang pernah saya kunjungi dan selenggarakan, ada sebuah kebiasaan yang mengganjal di hati saya yang ingin saya bagikan untuk kita semua.

(Baca juga: KITA DAPAT BERUBAH, JIKA KITA MAU)

Adalah sebuah hal yang umum menyusun sesi di sebuah retreat dengan urutan: Sesi pertama mengenai Lahir Baru, sesi kedua mengenai Pelepasan, dan sesi ketiga mengenai Hati Bapa atau Baptisan Roh Kudus. Sesi-sesi tersebut disusun dengan pemahaman, setelah seseorang percaya kepada Yesus, semua roh jahat dan kebiasaan buruk yang ada di dalam dirinya harus dilepaskan, lalu barulah dia dapat menerima Baptisan Roh Kudus.

Terus terang, dulu, saya pun memercayai hal di atas, sampai akhirnya saya menyadari bahwa hal tersebut sama sekali tidak pernah tertulis di dalam Alkitab.

Jika Anda membaca semua peristiwa pelepasan yang ada di Alkitab, Anda akan menemukan dua kebenaran ini:
1. Pelepasan terjadi di Perjanjian Lama, karena Roh Kudus belum tinggal di dalam hati orang percaya.
2. Pelepasan terjadi di dalam Perjanjian Baru pada orang-orang yang belum percaya Yesus.

Tidak ada satu pun catatan yang menceritakan tentang seseorang yang percaya kepada Yesus, atau dengan kata lain, yang sudah memiliki Roh Kudus di dalam hatinya, dilepaskan dari roh jahat di dalam Perjanjian Baru. Juga, tidak ada satu pun cerita yang menuliskan ada orang yang percaya kepada Yesus kerasukan roh jahat.

Apakah Anda tahu alasannya? Sederhana. Ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Roh Kudus, Roh yang lebih besar dari segala roh itu tinggal di dalam hati kita dan menjadi satu-satunya penguasa di hati kita. Saat Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, itu artinya sudah tidak ada tempat lagi untuk roh jahat tinggal di dalam hati kita. Dengan kata lain, tidak ada roh jahat yang perlu dilepaskan atau diusir seolah roh-roh itu masih tinggal di dalam diri orang percaya.

Dalam ayat renungan di atas, sesaat setelah orang-orang tersebut memutuskan percaya kepada Yesus, roh-roh jahat dengan sendirinya pergi keluar dari orang-orang yang telah menjadi percaya tersebut.

Pertanyaan berikutnya yang muncul, “Tetapi, sekalipun sudah percaya kepada Yesus, banyak orang masih memiliki kebiasaan, perilaku, dan sifat yang buruk, bukankah hal tersebut tetap memerlukan pelayanan pelepasan?”

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Ya, tidak dapat pungkiri bahwa sekalipun telah percaya kepada Yesus, kita masih memiliki pikiran, kebiasaan, perilaku, dan sifat yang buruk. Namun, cara melepaskan diri dari hal-hal buruk itu bukanlah dengan melakukan pelepasan, melainkan dengan cara mengubah pikiran yang salah dan menggantinya dengan kebenaran Firman Tuhan. Kolose 2:6-7 mengajarkan bahwa setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu berakar di dalam Kristus, dan membangun hidup kita di atas dasar kebenaran, sehingga kita semakin teguh di dalam iman. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s