JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA

Bahan renungan:

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Kondisi pada saat itu, Daniel dan seluruh Bangsa Israel sedang dalam masa perbudakan. Raja baru saja mengeluarkan perintah bahwa semua orang harus menyembah raja dan tidak boleh menyembah allah lain. Hukuman atas pelanggaran tersebut adalah dimasukkan ke dalam gua singa. Sungguh mengerikan.

(Baca juga: JIKA ADA PRIBADI YANG PALING INGIN ANDA BERHASIL, ITU ADALAH TUHAN)

Mungkin tidak banyak di antara kita yang pernah berada di dalam kondisi mencekam tersebut, tetapi meski dalam keadaan demikian, Daniel tidak takut mendeklarasikan imannya di hadapan semua orang. Sekalipun ancamannya adalah kehilangan nyawa.

Dalam adat istiadat Israel, bukanlah sebuah keharusan untuk berdoa sambil membuka jendela kamar. Namun Daniel melakukannya. Tujuannya hanya satu, agar dapat dilihat oleh banyak orang, termasuk para tentara kerajaan. Daniel bisa saja berdoa sembunyi-sembunyi di kamarnya, sementara di depan semua orang dia berpura-pura kalau dia telah meninggalkan Tuhan.

Tindakan Daniel di atas semata-mata menunjukkan betapa dia sangat percaya kepada Tuhan yang dia sembah. Daniel tahu bahwa Tuhan itu hidup dan tidak akan meninggalkannya sendirian. Daniel sungguh yakin bahwa janji Tuhan nyata bagi hidupnya. Itu sebabnya Daniel tidak takut mendeklarasikan imannya di hadapan banyak orang.

Berbeda dengan kebanyakan orang. Beberapa orang takut menyatakan imannya, seperti berdoa menggunakan nama Yesus, hanya karena takut menyinggung perasaan orang yang beragama lain. Takut menulis status menggunakan nama Yesus, lalu menggantinya dengan kata “Tuhan”.

Saya memiliki seorang teman yang selalu menjatuhkan sendok, lalu mengambilnya, setiap kali ingin berdoa makan. Ada lagi teman saya yang ikutan minum alkohol hanya karena takut menyinggung perasaan kliennya yang telah membelikan minuman itu. Sungguh konyol.

Saya tidak mengatakan lantas kita menjadi anti terhadap orang lain dan merasa superior. Bukan itu yang saya maksud. Saya hanya ingin mengatakan mengapa kita harus malu untuk menyatakan Yesus dan iman percaya kita di hadapan orang lain. Semestinya, kita bangga memiliki Yesus dan tidak malu menunjukkan Yesus kepada orang lain.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Jika Anda memiliki karyawan atau klien yang sedang dalam masalah, doakan mereka di dalam nama Yesus. Jika Anda adalah seorang pelajar, dan ada guru atau teman Anda yang sedang sakit, kunjungi dan letakkan tangan Anda atas mereka, doakan kesembuhan untuk mereka. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s