JANGAN MEMBATASI TUHAN

Bahan renungan:

Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.

Mungkin Anda bingung dengan judul di atas. Bagaimana mungkin manusia dapat membatasi Tuhan yang mahabesar dan mahakuasa? Ijinkan saya menjelaskannya.

(Baca juga: TUHAN INGIN KITA MENIKMATI KEHIDUPAN DI BUMI SEPERTI DI SORGA)

Tuhan tidak terbatas. Dia mahabesar dan mahakuasa. Tidak ada yang menggerakkan atau memerintahkan Tuhan. Tuhan bergerak semata-mata karena kasih-Nya kepada kita. Ya, kasihlah yang menggerakkan Tuhan untuk mengaruniakan Yesus bagi kita. Kasihlah yang mendorong Tuhan melepaskan kuasa kesembuhan, kesehatan, umur panjang, berkat, mukjizat, dan kelimpahan bagi kita.

Namun, apa yang Tuhan anugerahkan itu tidak terjadi begitu saja di dalam hidup kita. Kita perlu percaya agar kita dapat menerima semua yang telah Dia anugerahkan.

Mungkin mudahnya begini. Tuhan ingin kita diselamatkan, tetapi kita tidak dapat diselamatkan jika kita tidak percaya kepada Yesus. Begitu juga halnya dengan kesembuhan, kesehatan, umur panjang, berkat, dan kelimpahan.

Ketika kita memilih untuk tidak percaya kepada-Nya, kita sedang membatasi Tuhan dalam hidup kita. Katakanlah Tuhan sudah menganugerahkan 1260 janji untuk kita, tetapi kita dapat memutuskan hanya mau menerima 10 janji saja, sementara kita tidak percaya kepada 1250 janji lainnya.

Dalam ayat renungan kita di atas, Yesus sedang berkunjung ke kampung halamannya. Yesus, yang adalah Sang Sumber Mukjizat, hadir di sana, tetapi Firman Tuhan mengatakan tidak banyak mukjizat terjadi. Bagaimana mungkin hal tersebut dapat terjadi? Itu bukan karena Yesus kurang berkuasa, tetapi karena orang-orang di sana tidak percaya kepada Yesus.

(Baca juga: BERHENTI MEMIKIRKAN YANG TIDAK PERLU DIPIKIRKAN)

Teman, kita perlu menyadari bahwa ketidakpercayaan kita dapat membatasi Tuhan. Ketidakpercayaan kita menghambat terjadinya mukjizat di dalam hidup kita. Bukan Tuhan yang menunda untuk memberkati kita, melainkan kita yang menunda untuk percaya kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s