SEBERAPA CAKAP KITA MENGELOLA PEMBERIAN TUHAN

Bahan renungan:

Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.

Kita telah belajar bahwa Tuhan sudah mengaruniakan segala berkat rohani di dalam Kristus (Efesus 1:3). Saat kita memutuskan untuk percaya kepada Kristus, kita memiliki segalanya. Melalui Yesus, Tuhan sudah menganugerahkan berkat, kelimpahan, kesehatan, keselamatan, umur panjang, pernikahan yang baik, dan karakter ilahi bagi kita.

(Baca juga: APAKAH KESELAMATAN KITA DAPAT HILANG?)

Masalahnya adalah, apakah kita mengelola pemberian Tuhan tersebut dengan baik? Apakah kita bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan?

Saya berikan contoh. Tuhan sudah memberikan kita berkat, tetapi apakah kita sudah mengelola berkat tersebut dengan benar? Apakah kita menyisihkan sebagian berkat untuk kita tabur, atau malah semua berkat itu kita jadikan roti untuk dimakan? Faktanya, banyak orang hidup menderita hanya karena mereka salah mengelola keuangan.

Tuhan juga sudah menganugerahkan kita kehidupan yang indah, tetapi apakah kita mengelola hidup kita dengan baik? Atau malah, kita merusak kehidupan kita dengan hal-hal yang buruk?

Begitu juga dengan pernikahan. Setiap kita dianugerahkan pernikahan yang bahagia, tetapi masalahnya, apakah kita mengelola pernikahan kita dengan benar? Banyak orang menyalahkan pasangannya ketika pernikahan mereka gagal. Padahal, kegagalan sebuah pernikahan terjadi bukan karena salah pilih pasangan, tetapi karena salah mengelola hubungan pernikahan.

Teman, ketidakcakapan kita mengelola pemberian Tuhan dapat mengakibatkan bisnis, pernikahan, keluarga, pekerjaan, masa depan, dan kehidupan kita berantakan.

(Baca juga: KITA PERLU MENGINGAT PERKATAAN YESUS)

Agar kita dapat menjadi pengelola yang baik, kita memerlukan pengetahuan. Sungguh disayangkan jika kita dapat tekun mempelajari hobi kita, sementara untuk pernikahan, cara membesarkan anak, dan mengurus rumah tangga kita abaikan begitu saja. Pengetahuan dapat kita pelajari dari seminar, kursus, internet, atau dari pertemuan ibadah yang membahas topik yang kita butuhkan. Tanpa menambahkan pengetahuan yang benar, kita tidak dapat mengelola pemberian Tuhan dengan maksimal. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s