RENCANAKAN HARI-HARI ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Saya sangat mengagumi Yesus. Ya, memang setiap orang percaya pasti mengagumi Yesus. Maksud saya, salah satu hal yang membuat saya sangat kagum kepada Yesus adalah bagaimana Dia merencanakan pelayanan-Nya di dunia ini.

(Baca juga: TUHAN MENGAWASI DAN MENJAGA KITA SEPANJANG TAHUN 2018)

Bayangkan, Yesus hanya melayani selama tiga setengah tahun, tetapi Dia menggenapi seluruh nubuatan Perjanjian Lama mengenai diri-Nya. Bahkan, di tengah tekanan dan penderitaan di kayu salib, Yesus masih sempat menggenapi ucapan “Aku haus” (Yohanes 19:28). Sungguh mengagumkan!

Yesus melakukan dan menyelesaikan begitu banyak hal ketika ada di dunia ini. Yesus selalu ada di waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dan melakukan hal yang tepat. Dia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membangkitkan orang mati, bertamu ke rumah Zakheus, bertemu wanita Samaria, menyelamatkan wanita pelacur yang hendak dirajam batu, ke rumah Yairus, mengunjungi dan menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan masih banyak hal lagi.

Hanya sedikit sekali ayat yang menuliskan Yesus tidur atau beristirahat, jauh lebih banyak ayat menceritakan aktivitas Yesus yang sangat padat setiap harinya. Jika sedang membaca kitab Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes, peristiwa demi peristiwa yang saling bertalian satu sama lain, yang begitu padatnya, terkadang membuat saya lupa bahwa Yesus tidak melakukan semua hal tersebut hanya dalam satu hari.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita merencanakan hari-hari kita? Atau, ada hari-hari di mana kita tidak tahu harus melakukan apa, bahkan malas bergerak mengerjakan hal-hal yang sebenarnya perlu kita kerjakan? Jika demikian, tidak heran tidak banyak hal yang kita selesaikan di dalam kehidupan kita. Lebih banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Saya ingin kita tahu bahwa segala sesuatu yang kita harapkan sangat berbanding lurus dengan apa yang kita rencanakan. Jika kita mengharapkan sesuatu, tetapi tidak membuat perencanaan, pada dasarnya kita tidak benar-benar mempercayai pengharapan kita akan terjadi. Kita sedang bermimpi.

Orang berharap dan bermimpi sama-sama menginginkan sesuatu yang besar. Yang membedakan adalah, orang yang berharap merencanakan dan bertindak, sedangkan yang bermimpi, bangun tidur dan kemudian kembali melanjutkan tidurnya.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Jika kita mengharapkan bisnis yang berkembang, belajar dari orang-orang yang sukses dalam bisnis dan mulai rencanakan sesuatu untuk bisnis tersebut. Buat target dan evaluasi. Jika kita mengharapkan studi kita berhasil, rencanakan jam-jam dan hari-hari Anda belajar. Bagaimana mungkin kita dapat memiliki nilai yang baik jika kita hanya belajar pada saat tidak ada teman yang mengajak jalan. Jika kita mengharapkan mendapatkan teman hidup yang setia, cinta tuhan, rajin pelayanan, pastikan kita hidup seperti itu terlebih dahulu. Jika tidak, kuatkan hati kita saat penolakan terjadi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s