MAKSUD DARI JADILAH PETANG, JADILAH PAGI

Bahan renungan:

2 Samuel 9:13 Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Masih soal makan, melanjutkan renungan kemarin. Makan adalah sebuah kegiatan yang perlu meluangkan waktu. Kita bisa saja mengerjakan sesuatu yang lain sambil makan, tetapi kita hanya dapat menikmati makanan kita jika kita makan dalam keadaan tenang.

(Baca juga: MAKAN SEHIDANGAN DENGAN SANG RAJA)

Jadi, istilah makan sehidangan dengan raja berbicara mengenai meluangkan waktu dan tinggal tenang di dalam hadirat Tuhan. Sepadat apapun kegiatan kita, semumet apapun pikiran kita, jangan lupakan waktu-waktu kita “makan” bersama Sang Raja. Karena, hanya di dalam Dialah kita mendapatkan kekuatan baru. Ranting hanya dapat berbuah lebat ketika menempel pada pohon.

Seperti renungan dua hari lalu, saya percaya Tuhan layak mendapatkan waktu-waktu terbaik kita, bukan hanya waktu sisa. Seringkali kita tidak menganggap bahwa waktu-waktu kita “makan” bersama Sang Raja itu sangatlah penting, sehingga kita melakukannya dengan terburu-buru, karena sudah ditunggu oleh aktivitas yang lain. Padahal seperti saya katakan di atas, kita baru dapat menikmati makanan jika kita dalam keadaan tenang. Bahkan, kadang beberapa orang lebih rela mengorbankan waktu-waktu bersekutu dengan Tuhan dibandingkan mengorbankan jam nonton, jam main, atau jam istirahatnya.

Makan yang saya maksud di atas berbicara mengenai hubungan kita dengan Sang Raja. Kualitas hubungan kita dengan Tuhan sangat menentukan kualitas pekerjaan, bisnis, perilaku, hubungan suami dengan istri – orangtua dengan anak yang kita jalani sehari-hari.

(Baca juga: KENYATAAN TERBAIK MENGENAI HIDUP KITA)

Di dalam proses Hari Penciptaan di Kitab Kejadian, setiap kali menciptakan Tuhan mengatakan, “Jadilah petang, jadilah pagi …” Perhatikan, petang terlebih dahulu, barulah pagi. Atau dengan kata lain, “istirahat” dahulu, baru bekerja; berhubungan dengan Tuhan dahulu, baru beraktivitas. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.