TUHAN TIDAK MENUNTUT KITA UNTUK JADI ORANG YANG SEMPURNA

Bahan renungan:

Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia dirundung berbagai kelemahan dan kekurangan. Dosa telah membuat kita tidak sempurna. Meski demikian, Tuhan tetap mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita bukan karena kita hebat atau berprestasi, melainkan semata-mata karena kita adalah anak-anak-Nya. Itu saja, tidak ada alasan lain.

(Baca juga: ANAK TUHAN HIDUP SESUAI CARA TUHAN)

Itu sebabnya Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk hidup sempurna, tanpa cacat dan cela. Bapa tidak sedang memegang sebuah catatan kecil untuk memperhitungkan setiap kali perilaku atau keputusan kita yang buruk. Tuhan tahu kita memiliki banyak kelemahan dan kekurangan dalam hidup kita yang memerlukan proses dan waktu untuk memperbaikinya. Dan lagi-lagi, meski demikian, Tuhan tetap mengasihi kita.

Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, Dia mencari orang yang mau percaya kepada-Nya. Jika Tuhan mencari orang yang sempurna atau mendekati sempurna, tentu Yesus tidak akan mendekatkan diri kepada para pendosa, pelacur, dan pemungut cukai.

Ada benang merah di antara para pendosa, pelacur, dan pemungut cukai yang Yesus hampiri, yaitu mereka bukanlah orang-orang yang sempurna, tetapi mereka memilih percaya kepada Yesus.

Teman, jika Anda merasa telah banyak berbuat kesalahan, dosa, atau kebodohan, jangan menjauh dari Tuhan. Mungkin Anda berpikir, “Saya bukanlah orang yang sempurna, Tuhan pasti tidak menerima saya.” Anda keliru. Tuhan tidak melihat kepada seberapa sempurnanya Anda, Dia melihat kepada seberapa percayanya Anda kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN IBLIS MERAMPAS DAMAI DAN SUKACITA ANDA)

Dalam 2 Tawarikh 16:9 dikatakan, “Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Kata “bersungguh hati” di situ bukanlah hidup tidak bercacat cela, tanpa dosa, dan sempurna. Dalam versi King James Inggris dicatat, ” … whose heart is perfect toward Him,” atau dengan lain, yang hati atau imannya sungguh-sungguh mengarah kepada-Nya. Pada saat kita mempersembahkan hati kita kepada Tuhan, jiwa dan tubuh kita dengan sendiri akan meninggalkan dari dosa, perlahan tapi pasti. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s