TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA)

Keluaran 3:11-12 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

Apakah Anda pernah ragu terhadap diri sendiri? Ragu karena merasa tidak mampu, tidak bisa, atau tidak layak. Jika saat ini Anda sedang dalam kondisi demikian, Anda tidak sendirian. Musa, salah satu pahlawan iman yang sangat luar biasa, pernah mengalami hal yang sama. Saya berharap jawaban Tuhan terhadap keraguan Musa dapat menjawab keraguan Anda terhadap diri Anda sendiri.

(Baca juga: JANGAN TERLALU CEPAT MENGATAKAN “TIDAK BISA”)

Berikut dua dari lima keraguan Musa terhadap dirinya sendiri. Tiga lainnya akan kita bahas pada renungan besok.

1. Siapakah aku? (Keluaran 3:11-12)
Musa meragukan jati dirinya karena kegagalan besar yang dia lakukan di masa lalu, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Tuhan menjawab, “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

Tuhan tidak menjawab langsung pertanyaan Musa. Tuhan hanya menjawab bahwa Dia menyertai Musa. Dengan kata lain Tuhan ingin mengatakan, tidak penting apa yang pernah Musa lakukan di masa lalu, tidak penting apa kekurangan, kelemahan, dan keburukan Musa, selama Musa berjalan bersama Tuhan, Musa akan menjadi bagian dari rencana Tuhan yang luar biasa.

Dengan tidak menjawab pertanyaan Musa secara langsung, Tuhan ingin Musa tidak fokus kepada keterbatasan dirinya, melainkan kepada kebesaran Tuhan.

2. Siapakah Engkau? (Keluaran 3:13-14)
Musa tahu Tuhan, tetapi Musa tidak mengenal Pribadi Tuhan, itu sebabnya dia bertanya, “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Tuhan menjawab, “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Untuk pertama kalinya Tuhan memperkenalkan nama-Nya kepada manusia. Sebuah nama yang sangat ajaib, yang memberikan pengharapan, kekuatan, dan kelegaan, yang kemudian kita kenal dengan nama Yesus di dalam Perjanjian Baru.

(Baca juga: STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA)

Satu hal penting mengapa kita perlu mengenal Tuhan. Saat kita semakin mengenal Pribadi Tuhan, apa yang Dia telah lakukan bagi kita di kayu salib, apa yang Dia ucapkan, dan apa yang Dia janjikan, kita akan menemukan identitas diri kita. Salah satu alasan mengapa kita ragu terhadap diri kita, karena kita ragu terhadap siapa yang memegang kehidupan kita. Atau dengan kata lain, jika kita ragu terhadap Tuhan, kita akan ragu terhadap diri kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.