MENGAPA YESUS INGIN KITA MEMERINGATI JUMAT AGUNG?

Bahan renungan:

Lukas 22:19-20 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

Yang saya maksud dengan memeringati Jumat Agung bukan berbicara mengenai sebuah tanggal yang sakral, karena faktanya tanggal Jumat Agung selalu berubah-ubah. Yang saya maksud dengan memeringati Jumat Agung adalah mengingat peristiwa yang terjadi pada hari itu, yaitu kematian Yesus.

(Baca juga: SELALU ADA ALASAN UNTUK MENGUCAP SYUKUR)

Peristiwa Jumat Agung dimulai pada saat Yesus melakukan Perjamuan Kudus terakhir dengan para murid, yang kemudian dilanjutkan dengan penangkapan, serentetan pengadilan, penganiayaan yang sangat hebat, dan diakhiri dengan penyaliban.

Mengapa Yesus ingin kita memeringati Jumat Agung, atau dengan kata lain, mengingat kematian-Nya melalui prosesi Perjamuan Kudus ?

Setidaknya ada lima hal yang saya yakini:

1. Yesus ingin kita mengingat bahwa Bapa sangat mengasihi kita. Dia bukan hanya mengasihi kita dengan kata-kata yang manis, tetapi Dia menunjukkannya dengan cara memberikan Diri-Nya disalibkan ganti kita.

2. Yesus ingin kita mengingat bahwa betapa dahsyat pengorbanan yang Dia lakukan demi menyelamatkan kita. Tubuh yang dipecahkan dan darah yang ditumpahkan menyatakan bahwa menyelamatkan kita merupakan seruan hati-Nya sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa.

3. Yesus ingin kita mengingat bahwa kita tidak dapat menyelamatkan dan memerdekakan diri kita sendiri. Kita membutuhkan Juruselamat yang dapat membawa kita ke Sorga kekal dan keluar dari perbudakan dosa.

4. Yesus ingin kita mengingat bahwa kita, orang-orang percaya, telah menjadi satu “tubuh dan darah” dengan Bapa. Yang artinya, hidup kita sangat bergantung kepada persekutuan kita dengan Bapa dan kebenaran-Nya, yang merupakan sumber dari segala kehidupan.

(Baca juga: SEMUA ORANG PERCAYA LAYAK MENGAMBIL PERJAMUAN)

5.  Yesus ingin kita kita turut ambil bagian dalam penderitaan-Nya, yaitu memberikan “tubuh dan darah” kita agar orang lain dapat mendengar kabar baik tentang Yesus. Kita diselamatkan untuk menceritakan keselamatan kepada lebih banyak orang, diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.