TUJUAN DARI TUBUH YANG DIPECAHKAN DAN DARAH YANG DITUMPAHKAN

Bahan renungan:

Kolose 1:21-22 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Selain menebus dan menyelamatkan hidup kita, salah satu tujuan dari kematian Kristus di hari Jumat Agung adalah untuk memperdamaikan kita dengan Bapa di Sorga. Tubuh Yesus yang dipecahkan dan darah-Nya yang ditumpahkan membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Kita, yang sebelumnya tidak layak, dilayakkan. Kita, yang sebelumnya jauh dari Tuhan akibat dosa, sekarang dipersatukan dalam sebuah persekutuan kasih. Kita, yang tidak benar dan tidak kudus, kini dipandang benar dan kudus oleh Bapa Sorgawi.

(Baca juga: MENGAPA YESUS INGIN KITA MEMERINGATI JUMAT AGUNG?)

Hari ini saya ingin mengajak kita memperhatikan satu kalimat menarik dari ayat renungan kita di atas. Rasul Paulus menjelaskan maksud dari pendamaian antara Bapa dengan manusia, yaitu melalui kematian Kristus, kini kita dipandang kudus, tidak bercela, dan tidak bercacat di hadapan Bapa Sorgawi.

Itu sebuah kebenaran yang sangat dahsyat. Ketika kita mengakui tubuh dan darah Yesus, atau dengan kata lain, ketika kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, saat itu juga kita ditempatkan atau dipandang kudus dan tidak bercacat cela di hadapan Bapa Sorgawi. Bapa tidak lagi memandang kita sebagai orang berdosa, melainkan sebagai anak kesayangan-Nya. Bapa tidak lagi melihat kita sebagai seteru-Nya, melainkan sebagai rekan sekerja-Nya.

Penting kita mengerti dan menyadari kebenaran tersebut, karena segala janji yang Tuhan ucapkan hanya disediakan untuk orang-orang yang kudus dan tidak bercacat cela, atau dengan kata lain, orang benar. Tubuh Yesus yang dipecahkan dan darah-Nya yang ditumpahkan telah membuat kita yang percaya menjadi orang benar, atau kita juga dapat menyebut diri kita sebagai orang kudus yang tidak bercacat cela.

(Baca juga: ANDA ADALAH ORANG BENAR YANG DIMAKSUD OLEH ALKITAB)

Jadi, setiap kali membaca mengenai hidup kudus dan tidak bercacat cela, seperti yang kita temukan dalam 1 Timotius 6:14, hal tersebut tidak hanya berbicara mengenai melakukan perbuatan yang benar, tetapi juga berbicara mengenai fakta bahwa ketika kita percaya kepada Yesus, kita dianggap benar dan kudus oleh Bapa Sorgawi. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s