SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA DAPAT MENERIMA JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Yakobus 1:6-8 Hendaklah ia MEMINTANYA DALAM IMAN, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan MENERIMA sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Dalam renungan kemarin kita membahas alasan utama mengapa kita belum menerima janji Tuhan, yaitu karena kita tidak memercayai janji tersebut.

(Baca juga: ALASAN UTAMA MENGAPA KITA BELUM MENERIMA JANJI TUHAN)

Hari ini, saya ingin kita belajar bagaimana cara menerima dari Tuhan. Saya masih menggunakan ayat yang sama dengan kemarin, tetapi perhatikan kata-kata yang saya besarkan, yang merupakan satu-satunya cara agar kita dapat menerima dari Tuhan.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai iman, saya ingin memberikan sebuah ilustrasi. Misalnya, suatu hari, ketika kita menonton siaran langsung Piala Dunia dari Itali, tiba-tiba televisi kita kehilangan sinyal, sehingga kita tidak lagi dapat menyaksikan pertandingan tersebut. Kita tidak dapat menonton bukan karena pertandingan di Itali dibubarkan, tetapi kemungkinan besar karena antena televisi kita rusak. Pertandingan di Itali tetap berlangsung.

Prinsip yang sama berlaku dalam hal menerima berkat Tuhan.

Tuhan sudah mencurahkan berkat, kesembuhan, pemulihan, kasih, pengampunan, kuasa, dan mukjizat-Nya bagi kita. Kita belum menerima hal tersebut bukan karena Tuhan belum memberikannya. Menurut ayat renungan di atas, hal tersebut disebabkan karena “antena iman” kita yang rusak.

Jadi, adalah sebuah kesalahpahaman ketika orang percaya bertanya kepada Tuhan, “Apakah Engkau mau menyembuhkan, memulihkan, atau memberkati saya?” Tuhan bukan hanya mau, faktanya Dia sudah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan. Masalah kita bukanlah Tuhan, melainkan “antena iman” kita, sehingga kita belum menerima berkat Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan, “Hendaklah ia MEMINTANYA DALAM IMAN … supaya ia dapat menerima dari Tuhan.” Itu artinya, kita tidak dapat meminta dalam kondisi ragu, takut, atau kuatir. Bukan tidak boleh, hanya saja itu bukan cara yang alkitabiah untuk menerima janji Tuhan.

Dalam Markus 11:24 dijelaskan, Anda dapat membaca ayat lengkapnya jika Anda mau, bahwa ketika kita meminta atau berdoa, kita perlu percaya bahwa kita telah menerimanya, barulah hal tersebut akan diberikan kepada kita.

Saya berikan contoh. Misalnya kita lumpuh. Kaki kita tidak berdaya dan mungkin setiap kali kita gerakkan, kaki kita terasa sakit. Jika kita percaya mukjizat kesembuhan, kita tidak akan menghabiskan hari-hari kita hanya duduk diam di kursi roda dan pasrah terhadap keadaan. Kita perlu memerintahkan kaki kita untuk sembuh, kemudian mencoba untuk bangun, dan mulai menggerakkan kaki kita seolah kita telah menerima kesembuhan tersebut. Banyak orang ingin sembuh dari lumpuh, tetapi setiap kali merasa kakinya sakit, mereka menjadi takut untuk mencoba bangun. Takut berdiri adalah tanda bahwa orang tersebut masih berpikir bahwa dia lumpuh dan belum menerima kesembuhan.

Sama halnya dalam hal kelimpahan. Jika kita ingin hidup dalam kelimpahan, kita mesti mulai berani memberi persepuluhan atau persembahan, seperti orang yang telah mengalami kelimpahan, bukan meminta-minta seperti orang yang kekurangan. Orang sadar menyadari dirinya berkelimpahan pasti lebih sering memberi daripada meminta.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA MENJADI KEPALA, BUKAN EKOR)

Singkatnya, iman adalah respons atau tindakan yang kita lakukan akibat kita memercayai janji Tuhan. Jadi, kita perlu tahu dengan pasti terlebih dahulu janji Tuhan di dalam Alkitab, lalu merespons berdasarkan Firman Tuhan tersebut. Dengan cara demikian, kita akan menerima apa yang Tuhan janjikan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

2 thoughts on “SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA DAPAT MENERIMA JANJI TUHAN

  1. Praktek Iman.

    Sering kali waktu berkumpul bersama dengan teman-teman gereja dan sharing soal kesetiaan. Mungkin saya belum beruntung karna belum pernah bisa mempraktekan secara langsung tentang kesetiaan, atau mungkin saya selama ini belum sadar kalau yang saya lakukan adalah sedang latihan.

    Kali ini saya di pertemukan dengan pekerjaan yang mengajarkan banyak tentang kesetiaan, pekerjaan saya adalah menjadi seorang Content Writer di perusahaan baru saya sekarang, baru pertama kali hobi menulis ini jadi sebuah pintu gerbang nafkah.

    Job Desc saya adalah posting ke Youtube Channel milik kantor, 2 channel lebih tepatnya, jadi bukan Content Writer untuk website terkenal atau blog-blog influensial, pekerjaan saya adalah melengkapi title, thumbnail, CC, dan deskripsi.

    Sebagai penikmat youtube saya sendiri jujur saya hampir gapernah baca deskripsi di youtube kecuali buat cari link yang disebutkan oleh youtuber nya.

    Dan pekerjaan saya adalah menulis deskripsi untuk video-video testimonial para client kantor saya. Sempat juga saya sedih dan berfikir “Siapa juga yang baca ginian ya, kenapa juga gue harus susah-susah dengerin mereka ngomong dan meringkas testimonial mereka”

    Lalu saya terduduk di depan 2 pilihan, antara membuat deskripsi seadanya, atau mencoba melakukan yang terbaik dan membuat deskripsi dengan serius.

    Saya kembali teringat dengan masa-masa sharing saya dengan teman-teman Club Gereja, dan saya inget sering bahas soal kesetiaan “kita harus setia sama perkara yang kecil untuk di berikan perkara yang besar”

    Saya percaya bahwa perkara yang saya pikir kecil ini pasti membawa dampak kalau saya setia menjalaninya, tetap memberikan yang terbaik walaupun menurut opini saya jarang ada yang memperdulikan apa yang saya kerjakan. Tapi kalau menurut tuhan kita harus selalu latihan setia, setia pada hal yang kecil, jadi saya sekarang akan setia pada tulisan-tulisan kecil di tiap video, walaupun saya gatau ada yang baca atau engga, saya pun gatau berapa viewers organik yang nonton video di channel ini.

    Seperti ibaratnya ketika menabung di bank kita tau persis pasti di bank ada bunganya, makanya kita gapernah sibuk ngitung berapa tabungan kita berganda, kita hanya sibuk menabung sedikit demi sedikit, karna kita tau kalau pada suatu hari nanti nilai kecil yang kita tabung pasti jadi besar kalau kita taruhkan di bank.

    Belum terjadi apa-apa, tapi saya percaya kesetian saya pada perkara yang kecil ini di masa depan akan membawa saya pada perkara yang besar.

    Yang penting percaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s