PERINTAH TUHAN TIDAK MASUK AKAL, TETAPI MUDAH DILAKUKAN

Bahan renungan:

Keluaran 14:15-16 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.”

Tuhan tidak pernah meminta kita melakukan sesuatu yang mustahil. Bahkan faktanya, Dia selalu meminta kita melakukan sesuatu yang mudah. Hanya saja, yang mudah itu terkadang tidak masuk akal kita, dan menuntut iman kita sepenuhnya.

(Baca juga: TEMUKAN DAMAI SEJAHTERA SEJATI DI DALAM YESUS)

Saat Musa dan dua juta Bangsa Israel keluar dari Mesir, di depan mereka terbentang Laut Merah dan di belakang mereka ada para tentara Mesir. Secara logika, Musa hanya memiliki dua pilihan: berenang bersama-sama dua juta orang Israel menantang keganasan Laut Merah atau adu jotos dengan para tentara Mesir tanpa menggunakan senjata. Dua-duanya masuk akal, tetapi sulit untuk dilakukan, karena nyawa taruhannya.

Namun, di tengah situasi tersebut, Tuhan menawarkan pilihan ketiga, yaitu agar Musa mengangkat tongkat dan mengulurkan tangannya ke atas laut. Pilihan ketiga ini mudah untuk dilakukan, tetapi tidak masuk akal.

Terkadang saya bertanya-tanya, mengapa Tuhan senang memerintahkan sesuatu yang mudah, tetapi tidak masuk akal? Untuk berkelimpahan, Dia memerintahkan untuk menabur (2 Korintus 9:6). Untuk hidup berlimpah kasih karunia dan damai sejahtera, Dia memerintahkan untuk mengenal Dia (2 Petrus 1:2). Untuk masuk Sorga, Dia memerintahkan untuk mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9-10). Untuk menyembuhkan orang sakit, Dia memerintahkan untuk meletakkan tangan kita atas orang sakit tersebut (Markus 16:17-18).

Yesus, dalam Lukas 18:8, menjawabnya, “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Ternyata, yang Tuhan inginkan adalah iman kita terhadap ucapan dan janji-Nya, bukan kerja keras atau perbuatan kita.

(Baca juga: ANDA SPESIAL DI MATA TUHAN)

Terkadang, kita berpikir lebih mudah melakukan yang masuk akal bagi kita. Sementara faktanya, yang masuk akal menurut kita, jauh lebih sulit dilakukan daripada melakukan yang Tuhan perintahkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.