KITA BUKAN LAGI BUDAK, MELAINKAN ANAK

1 Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Sebelum kita diangkat menjadi ANAK oleh Tuhan, kita terkurung di bawah perbudakan. Beberapa mental budak adalah takut, malu, merasa tidak layak, dan perasaan yatim-piatu. Iblis menaruhkan roh perbudakan ini di dalam orang-orang yang tidak menyadari identitasnya sebagai anak-anak Bapa di Sorga. Ketika kita menyadari identitas kita sebagai anak Tuhan, kita dapat memilih untuk tidak lagi diperhamba oleh dunia dan iblis.

(Baca juga: ADA CARA YANG LEBIH BAIK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH ANDA)

Yesuslah yang memerdekakan kita dari perbudakan itu. Dia mengangkat kita menjadi anak-anak kesayangan-Nya. Galatia 4:7 mencatat, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak …”

Itu sebabnya jangan lagi mengatakan, “Oh, apalah arti saya ini. Saya hanya cacing tanah. Saya hanya sampah dunia ini.” Benar, kita bukan siapa-siapa jika hidup tanpa Yesus, tetapi setiap Anda yang membaca renungan ini sudah ada di dalam Kristus.

(Baca juga: ARTI KATA “BENIH” MENURUT BAHASA IBRANI)

Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Itulah identitas kita di dalam Kristus. Kita adalah ANAK dari Yang Maha Tinggi. Haleluya! (penulis:@mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.