TINDAKAN DAN UCAPAN KITA ADALAH PERNYATAAN IMAN KITA

Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan dan ucapan mereka adalah bentuk dari pernyataan iman. Ayat di atas mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Dengan kata lain, jika kita ingin melihat iman seseorang, kita dapat melihat dari perbuatan-perbuatan orang tersebut, salah satunya melalui tindakan dan ucapan mereka.

(Baca juga: BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN!)

Saya berikan contoh. Pindah negara hanya karena iming-iming mendapatkan penghasilan yang jauh lebih baik bukanlah motivasi yang tepat. Pada saat kita melakukan hal tersebut, itu artinya kita mengakui bahwa kondisi keuangan kita ditentukan oleh situasi dan kondisi, bukan oleh janji Tuhan. Saya percaya, jika Tuhan meminta kita pergi ke padang gurun, padang gurun itu akan menjadi tempat yang berkelimpahan bagi kita.

Saya tidak mengatakan kita tidak perlu pergi ke tempat lain. Banyak contoh di Alkitab di mana Tuhan menggerakkan para hamba-hamba-Nya untuk pergi ke tempat yang jauh lebih baik. Yang saya maksud adalah pastikan kita memutuskan hal tersebut karena Tuhan yang mengatakan demikian, bukan karena kita takut atau kuatir akan sesuatu.

Ketika kita memutuskan berpisah dengan pasangan kita karena konflik, itu merupakan sebuah pernyataan iman bahwa kita menyakini ada hal-hal di dalam hidup kita yang lebih besar dari kekuatan kita. Padahal Firman Tuhan mengatakan bahwa Roh yang tinggal di dalam kita jauh lebih besar daripada semua roh yang ada di dunia ini.

(Baca juga: DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS)

Maksud saya menuliskan hal di atas adalah supaya kita sangat berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Jangan memutuskan sesuatu hanya berdasarkan situasi, ketakutan, atau kekuatiran kita, melainkan berdasarkan janji Tuhan yang kita percayai, berdasarkan pernyataan Roh Kudus di dalam hati kita. Dengan demikian, ke mana pun kita pergi, apa pun yang kita lakukan, pasti berhasil dan berbuah lebat. (penulis:@mistermuryadi)

2 comments

  1. “pastikan kita memutuskan hal tersebut karena Tuhan yang mengatakan demikian, bukan karena kita takut atau kuatir akan sesuatu” tapi kak bagaimana kita bisa mengetahui pasti jika itu merupakan perkataan Tuhan atau bukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.