MENGUAK ARTI NAMA SARAH

Kejadian 17:15-16 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”

Saya tidak mengerti mengapa dalam Bahasa Indonesia nama Sarai diubah menjadi Sara, bukan Sarah. Seperti yang telah kita pelajari dalam renungan kemarin, ada makna penting di dalam penambahan huruf H ke dalam nama Abram dan Sara.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGINGAT DAN MENGUCAPKAN JANJI TUHAN)

Sebelum membahas lebih jauh, perhatikan sebentar kebenaran ini. Saya ingin kita mengerti bahwa alasan Tuhan mengubah nama mereka supaya mereka percaya kepada janji yang Tuhan sudah berikan kepada mereka puluhan tahun sebelumnya, sehingga mereka dapat menerimanya. Jika mereka tidak percaya, sekalipun Tuhan sudah memberikan janji tersebut, mereka tidak dapat menerimanya. Kita dapat melihat dalam Kejadian 17:17 dan Kejadian 18:12 saat Abraham dan Sarah menertawakan janji Tuhan.

Tepat satu tahun setelah mereka saling memanggil nama baru mereka, atau dengan kata lain, setelah mereka terus mengingat bahwa janji Tuhan itu Ya dan Amin, Ishak lahir.

Mari kita kembali ke misteri di balik nama Sarah.

Seperti yang sudah saya jelaskan kemarin, arti kata Sarai adalah tuan putri. Kata ini terdiri dari tiga huruf Ibrani: shin, resh, dan yod, dan Tuhan mengubahnya menjadi Sarah, yang berarti wanita yang mulia atau terhormat.

Tuhan mengganti huruf yod dengan hey. Oh, ini luar biasa!

Arti dari huruf yod adalah tangan. Huruf ini sering digambarkan sebagai bekerja dengan usaha sendiri. Sedangkan huruf hey adalah nama pendek dari Yahweh, atau gambaran dari kebenaran Firman Tuhan. Apa arti semua itu?

Tuhan ingin mengatakan kepada Sarah bahwa bukan karena usaha atau perbuatannya janji tersebut digenapi, melainkan hanya karena dia percaya kepada kebenaran Firman Tuhan. Saya sangat berharap kebenaran ini berbicara sesuatu bagi hidup kita.

Kita perlu memahami prinsip ini. Bahwa bukan karena usaha kita janji Tuhan digenapi, melainkan semata-mata karena kita percaya kepada kebenaran Firman-Nya.

Efesus 2:8-9 mengatakan dengan gamblang, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MENDENGAR SUARA TUHAN?)

Saya tidak mengatakan kita tidak perlu berbuat apa-apa. Yang saya maksud adalah jika kita memercayai sesuatu yang benar, otomatis kita akan melakukan sesuatu yang benar dengan cara yang benar, dan hasilnya, kita akan menerima sesuatu yang benar. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.