KITA PERLU MENGHARGAI PERBEDAAN

Roma 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

Saat Rasul Paulus menuliskan ayat di atas kepada jemaat di Roma, dia bukan hanya merujuk kepada kebangsaan atau bentuk fisik orang Yahudi dan Yunani, tetapi juga cara pandang, pola pikir, kebiasaan, dan tingkah laku. Paulus ingin mengatakan bahwa meskipun ada perbedaan yang sangat jelas antara budaya orang Yahudi dan Yunani, mereka tetap satu di mata Tuhan.

(Baca juga: MEMAHAMI ISI HATI TUHAN)

Hari ini saya ingin membahas mengenai perbedaan.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menciptakan perbedaan. Ide mengenai perbedaan berasal dari Tuhan. Tuhanlah yang menginginkan kita berbeda-beda dalam cara pandang, pola pikir, kebiasaan, tingkah laku, warna kulit, dan bentuk tubuh.

Satu-satunya persamaan yang Tuhan ingin kita miliki adalah Kristus. Kita dijadikan satu di dalam Kristus, di dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Dia ingin kita memiliki iman yang sama, yaitu iman kepada Kristus; bahasa yang sama, yaitu bahasa kasih; dan tujuan yang sama, yaitu mendahulukan dan menyatakan Kerajaan-Nya di dunia ini.

Jadi, berusaha membuat orang lain menjadi sama dengan diri kita sama artinya dengan menolak keberagaman. Ya, tanpa kita sadari, seringkali kita ingin orang lain berpikir sama seperti kita, membuat keputusan yang sama seperti kita, bertingkah laku sama seperti kita, berbicara sama seperti kita, sementara Tuhan tidak demikian. Tuhan menghargai perbedaan.

Tuhan menciptakan kita berbeda, karena Dia percaya bahwa perbedaan membuat kita lebih kuat. Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Dia menciptakan manusia yang sangat berbeda dengan Adam. Tuhan tidak menciptakan dua atau tiga Adam.

Kepada Adam dan Hawa, Tuhan memberikan perintah untuk beranakcucu, memenuhi Bumi, menaklukkan dan menguasainya (Kejadian 1:26-28).

Kita perlu menjadi orang-orang yang mampu dan mau bekerja sama dengan keberagaman tersebut, bukan menolaknya. Saat ada orang yang berbeda pendapat dengan kita, jangan terburu-buru menolak atau menjauhinya. Saat ada orang lain yang berbeda cara berpikir dan bertingkah laku, jangan terburu-buru menghakiminya. Saat ada orang-orang yang membuat keputusan berbeda dengan kita, jangan terburu-buru mempermasalahkannya.

(Baca juga: JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN)

Garis pembatasnya adalah ini, selama segala sesuatu didasarkan kepada Kristus dan kebenaran-Nya, kita perlu mendukung dan menghargai hal tersebut. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.