KEMBANGKANLAH SIKAP MURAH HATI

1 Yohanes 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Saya sangat percaya sebagai anak-anak Bapa Sorgawi kita perlu mengembangkan sikap murah hati, karena Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang sangat murah hati.

(Baca juga: JADIKAN YESUS “HARTA” YANG PALING BERHARGA)

Dalam perkara ini, saya pun masih belajar sampai hari ini. Saya belajar untuk mengatakan “cukup” bagi diri saya, sehingga saya dapat memberi kepada mereka yang membutuhkan, dan memercayakan pemeliharaan hidup saya kepada Tuhan. Sampai hari ini, Tuhan memelihara hidup saya dan istri dengan sangat baik. Kami tidak berkekurangan.

Dalam renungan kali ini, saya ingin menceritakan sebuah kesaksian sehubungan dengan topik murah hati. Saya berharap dapat memberkati dan meneguhkan Anda untuk menjadi orang-orang yang murah hati, seperti Bapa kita di Sorga.

Beberapa dari Anda mungkin sudah tahu bahwa setengah tahun lalu saya dan istri memutuskan pindah ke Sydney, Australia, untuk belajar di sebuah sekolah Alkitab. Butuh biaya dan pengorbanan yang sangat besar untuk mewujudkan visi tersebut. Seumur hidup, saya tidak pernah mengeluarkan uang sebanyak itu. Saya percaya ada penyediaan Tuhan yang bekerja di balik layar. Sungguh sebuah langkah iman bagi saya.

Biaya hidup di Sydney sangatlah mahal. Sydney diganjar sebagai kota termahal di dunia. Segala sesuatu, mulai dari harga makanan, sekolah, transportasi, dan tempat tinggal, hampir 10 kali lipat dari Jakarta. Kami berusaha hidup sehemat dan sebijak mungkin.

Singkat cerita, beberapa waktu lalu, seorang teman dari Amerika, yang baru saya kenal selama enam bulan, terancam putus sekolah karena tidak dapat membayar uang sekolahnya. Seorang teman yang lain berusaha menggalang dana, dan saya adalah satu orang yang diminta berpartisipasi. Kondisi saat itu, saya baru saja membayar uang kuliah untuk semester kedua, yang saya dan istri kumpulkan selama lima bulan.

Mendengar kata “donasi”, daging saya spontan menolak. Namun, jauh di hati kecil saya mengatakan “berilah, jadilah murah hati, jangan kuatir”. Roh Kudus mengingatkan saya bahwa dalam situasi seperti itulah saat yang tepat untuk belajar menjadi orang yang murah hati. Setelah sepakat dengan istri, akhirnya kami memutuskan untuk berpartisipasi membantu teman saya itu.

Saya sangat bersukacita dapat membuat keputusan seperti itu, meski berat. Jika saya menolak memberi, itu adalah keputusan yang masuk akal dalam situasi tersebut, tetapi memutuskan untuk memberi adalah keputusan yang tepat dalam situasi tersebut. Saya menyadari bahwa kita tidak dapat mengharapkan kehidupan yang masuk akal saat hidup bersama Tuhan, karena Dia senang mewarnai hidup kita dengan hal-hal supranatural.

(Baca juga: YESUS TELAH MEMBERIKAN OTORITAS KEPADA SEMUA ORANG PERCAYA)

Saya berharap cerita di atas dapat menggugah kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sungguh sebuah sukacita besar saat kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Jika ini merupakan hal baru bagi Anda, lihatlah sekeliling Anda, carilah orang-orang yang dapat Anda bantu. Jadilah saluran berkat dan kasih Tuhan bagi orang lain. Ambillah bagian di dalam Kerajaan Sorga. Tuhan Yesus memberkati. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.