APAKAH KITA MENGINGINKAN YANG TERBAIK DALAM HIDUP KITA?

Yakobus 1:13-15 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Jika seseorang bertanya, “Maukah Anda diberkati?” Kira-kira apa jawaban Anda? Biasanya kita tidak ragu-ragu untuk menjawab, “Ya, jelas saya mau.” Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak mau hidupnya diberkati, dipulihkan, dan disembuhkan. Memang terdengar sedikit aneh, tapi begitulah faktanya.

(Baca juga: SEJAUH MANA KITA PERLU MENGASIHI ORANG LAIN?)

Berikut satu ilustasi yang mungkin sering kita temui. Ada seorang anak yang merokok selama 15 tahun dan sebagai akibatnya, suatu hari dia terserang sakit paru-paru. Ketika orang ini percaya kepada Yesus, dan mulai mengusir sakit penyakitnya di dalam Nama Yesus, dia sembuh total. Mukjizat terjadi. Sakit paru-parunya hilang. Selang tiga bulan, anak ini kembali merokok. Tidak lama, sakit paru-parunya kembali kambuh dan akhirnya dia meninggal.

Mari kita perhatikan cerita di atas. Menurut Anda, apa yang anak ini inginkan? Hidup di dalam kesehatan atau di dalam sakit penyakit yang membawa kematian? Setiap kita tahu bahwa merokok dapat mengakibatkan penyakit dan kematian, tulisan itu tertera di setiap bungkus rokok. Ajaibnya, anak ini menginginkan hal tersebut selama 15 tahun dan dia mendapatkannya. Bukan Tuhan yang merencanakan dia meninggal dengan cara itu.

Begitu juga orang yang kebut-kebutan di jalan. Setelah mengalami kecelakaan dan kakinya harus diamputasi, mungkin dia bertanya-tanya mengapa Tuhan mengijinkan peristiwa naas itu terjadi di dalam hidupnya. Bukan Tuhan yang merencanakan kecelakaan tersebut, melainkan orang itu yang menginginkannya.

Tuhan hanya menginginkan yang terbaik terjadi dalam hidup kita. Rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11. Dalam banyak kesempatan, keputusan-keputusan kitalah yang mendatangkan hal-hal buruk dalam hidup kita.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MENDENGAR SUARA TUHAN?)

Teman, mari renungkan hidup kita sebentar saja. Coba ajukan pertanyaan ini di dalam hati kita, “Apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini?” “Apa yang kita cari dan harapkan?” Jika jawaban kita adalah hal-hal yang mendatangkan kebaikan, saya ingin mengatakan bahwa Bapa Sorgawi satu-satunya sumber dari segala yang baik. Jika itu yang kita inginkan, mendekatlah kepada-Nya dan hiduplah dalam kebenaran-Nya. Hanya di dalam Dia ada kemenangan, kesehatan, mukjizat, jalan keluar, kekuatan, dan kepastian. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.