DOSA MEMBERIKAN KITA “KEMAMPUAN” UNTUK MENJAUH DARI TUHAN

Kejadian 2:17 “… tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Peristiwa dalam renungan kita di atas saya ambil dari kisah munculnya dosa pertama kali di muka Bumi, yaitu ketika Adam dan Hawa memutuskan untuk memakan buah pengetahuan baik dan buruk. Hari ini saya ingin meluruskan beberapa hal mengenai dampak dari dosa.

(Baca juga: HIDUP ANDA ADALAH PANGGUNG ANDA)

Yang pertama. Dosa tidak memberikan dampak apa pun ke Tuhan. Maksud saya, sekalipun kita jatuh ke dalam dosa, Tuhan tidak akan pergi menjauh dari kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berubah, dulu, sekarang, dan selamanya. Kasih-Nya kepada kita sempurna, tidak tergantung kepada jahat atau baiknya kita.

Pernyataan saya yang pertama menggiring kita ke pernyataan berikutnya, yaitu dampak dosa selalu kepada manusia. Untuk lebih jelasnya, mari kita telusuri sepenggal adegan setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.

Apakah Anda masih ingat apa yang Tuhan lakukan sesaat setelah Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Ya benar, Tuhan mencari mereka, sementara mereka bersembunyi (Kejadian 3:8).

Melalui cuplikan di atas kita mengerti bahwa tidak ada yang berubah dari Tuhan sekalipun Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Tuhan tetap mencari mereka, Tuhan tetap menginginkan mereka, dan Tuhan tetap ingin bergaul dengan mereka. Namun, perhatikan siapa yang menjauh dan bersembunyi? Adam dan Hawa. Tepat sekali!

Ayat kita di atas dengan jelas mengatakan, ” … sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Ayat tersebut menjelaskan bahwa sesuatu akan terjadi kepada manusia jika mereka memilih hidup di dalam dosa. Mereka akan “mati”.

Kata “mati” di situ tidak berbicara mengenai kematian fisik, tapi kematian pikiran, rohani, potensi, dan mental. Atau dengan kata lain, dosa memberikan kita “kemampuan” untuk menjauh dari Tuhan sekalipun kita tahu bahwa Tuhan mengasihi kita. Ditambah, perasaan bersalah, tertolak, gagal, dan tidak berguna akibat dosa membuat kita semakin mempercepat langkah kita meninggalkan Tuhan.

Itu sebabnya Firman Tuhan berkali-kali mencoba meyakinkan kita bahwa Yesus telah menanggung setiap dosa dan pelanggaran kita. Darah-Nya yang kudus senantiasa membasuh kita. Supaya ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita tidak tinggal di dalam perasaan bersalah, tertolak, dan gagal, tetapi melangkah mendekat kepada Tuhan untuk menerima pemulihan.

(Baca juga: DI TANGAN TUHAN, ANDA ADALAH PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA)

Juga yang tidak kalah penting, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjauhi dosa dan hidup seturut kebenaran Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.