MEMAHAMI KATA “SOZO” DALAM ALKITAB

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Kata “menyelamatkan” di dalam ayat di atas diambil dari bahasa Yunani “Sozo”. Seringkali kata “Sozo” hanya diterjemahkan menjadi “diselamatkan dari dosa”, “dikeluarkan gelap kepada terang”, atau “diselamatkan dari neraka kepada Sorga”. Padahal kata itu memiliki arti yang lebih dalam. Bukan hanya diselamatkan, tapi juga disembuhkan, dijadikan sehat, dibuat utuh kembali, diselamatkan dari hari penghakiman, dan ditolong dari bahaya atau kehancuran.

(Baca juga: KENALI JATI DIRI ANDA)

Kita dapat memahaminya dengan sangat jelas melalui Lukas 8:36, “Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan (sozo).” Dalam Alkitab versi King James ayat ini berkata, “They also which saw it told them by what means he that was possessed of the devils was healed.” Kata “diselamatkan” juga diterjemahkan “disembuhkan”.

Ada satu kebenaran luar biasa di sini. Saat Yesus mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib, Dia bukan hanya menebus dosa kita, tetapi juga segala penyakit kita. Dia bukan hanya menyelamatkan kita dari neraka, tapi juga memberikan kita kehidupan di Bumi seperti di Sorga.

Jika kita dapat menyadari bahwa darah Yesus senantiasa membasuh kita dari dosa dan pelanggaran, kita semestinya juga menyadari bahwa darah yang sama telah membasuh kita dari sakit penyakit dan segala kelemahan kita (Yesaya 53:4-5).

Melalui pernyataan di atas saya menarik sebuah kesimpulan bahwa jika Tuhan membenci dosa, Dia juga membenci sakit penyakit. Itu artinya, Tuhan tidak akan pernah menggunakan penyakit sebagai salah satu alat untuk melatih atau mengajar kita. Sama seperti Dia tidak akan pernah menggunakan dosa untuk melatih atau mengajar hidup kita.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Saya sedang mencoba mematahkan sebuah pemahaman yang keliru mengenai “Tuhan mengijinkan hal-hal buruk terjadi untuk melatih dan mengajar kita”. Iblis ingin kita berpikir demikian. Seolah yang baik, juga yang buruk, berasal dari Tuhan. Padahal, Tuhan adalah sumber segala yang baik, sedangkan iblis sumber segala yang buruk. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.