TIGA SENJATA ANAK TUHAN UNTUK MEMERANGI KEJAHATAN

1 Petrus 2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Saya tidak memungkiri bahwa kejahatan itu nyata. Ada di sekitar kita. Kejahatan yang saya maksud tidak terbatas pada hal-hal berbau kriminal saja, tetapi juga perkataan negatif dari orang yang kita kasihi, bos atau klien bisnis yang kasar, sahabat yang membohongi kita, atau ancaman dari pasangan kita yang posesif.

(Baca juga: MASALAH ADALAH KESEMPATAN UNTUK MEMPRAKTEKKAN KEBENARAN)

Sebagai anak Tuhan, senjata kita untuk memerangi kejahatan bukan lagi dengan membalas perbuatan mereka. Ya, saya dapat mengerti bahwa beberapa dari mereka memang benar-benar layak untuk dibalas sesuai perbuatannya. Namun, kita adalah ciptaan baru. Tidak semestinya kita menggunakan cara hidup yang lama.

Di sisi lain, saya juga tidak setuju jika kita hanya berdiam diri dan pasrah menerima serangan-serangan tersebut. Tentu saja Tuhan ingin kita bertindak. Kita perlu memerangi kejahatan dan menegakkan kebenaran.

Untuk itu, Tuhan memberikan beberapa senjata kepada kita. Berikut tiga senjata favorit saya.

Pertama, kasih. Kasih yang saya maksud adalah sebuah tindakan kebaikan yang kita lakukan terhadap mereka yang berbuat jahat kepada kita. Sejauh saya menggunakannya, kasih tidak pernah gagal. Malah, kasih mengubah orang-orang yang menjahati saya menjadi sangat menghargai dan mengasihi saya.

Kedua, doa. Dulu, jauh sebelum saya mengenal Yesus, pernah ada orang menjahati saya dan kemudian saya sumpahi dia. Beberapa hari kemudian orang tersebut mengalami sesuatu yang buruk dalam hidupnya. Jika perkataan buruk kita mungkin terjadi dalam hidup seseorang, terlebih lagi jika kita tidak mengunakan mulut kita untuk mendoakan dan memberkati orang tersebut.

(Baca juga: TERHADAP TUHAN, JANGAN TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN)

Ketiga, pujian dan penyembahan. Ketika seseorang menyerang kita dengan caci maki, kata-kata kasar, fitnah, atau hinaan, sebenarnya iblis turut bekerja di sana untuk menyerang hati dan pikiran kita. Iblis ingin mengambil damai sejahtera dan sukacita kita. Akibatnya, kita merespons caci maki dan fitnah itu dengan hal yang jahat, dan situasi menjadi semakin buruk. Melalui pujian dan penyembahan, pikiran kita dapat kembali jernih, dan hati kita kembali tenang, sehingga kita tidak bertindak berdasarkan emosi, melainkan berdasarkan apa yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.