TULARKANLAH SEMANGAT KEPADA MEREKA YANG LETIH LESU

1 Samuel 17:51-52 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka. Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron.

Saya dapat membayangkan wajah-wajah penuh ketakutan dari para tentara Israel ketika Goliat menantang satu lawan satu. Di tengah situasi yang mencekam, Daud tampil dan menawarkan dirinya untuk maju melawan sang raksasa. Ini adalah pertarungan yang tidak adil bagi Goliat. Goliat datang dengan pedang, tetapi Daud datang dengan Tuhan semesta alam.

(Baca juga: JANGAN TERBURU-BURU DALAM MERESPONS)

Membaca tindakan dan pernyataan-pernyataan Daud dalam kisah pertarungan klasik itu, saya dapat merasakan semangat Daud yang menyala-nyala menghadapi Goliat. Daud tidak ketakutan seperti para tentara lainnya.

Ketika Daud menunjukkan semangat, itu menular kepada para tentara yang sedang ketakutan. Saya percaya seharusnya kita adalah orang-orang yang paling bersemangat menjalani hidup. Ketika orang-orang yang hidup dalam ketakutan, kekuatiran, dan letih lesu melihat hidup kita, mereka jadi kembali bergairah dan berpengharapan.

Semangat Daud membangkitkan gairah yang lesu. Melalui aksinya, Daud menyatakan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti selama Tuhan bersama mereka. Hasilnya sangat luar biasa. Setelah melihat Daud berhasil membunuh Goliat, seluruh tentara Israel yang sebelumnya ketakutan, bangkit dan menjadi berani melawan orang-orang Filistin.

Jangan mengira bahwa hanya Goliat yang bertubuh besar. Benar dia yang paling besar, tetapi orang-orang Filistin lainnya pun bertubuh besar. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang Filistin adalah bangsa keturunan raksasa (2 Samuel 21:18-22). Namun ketika ada seorang Daud yang memilih menjalani hidup dengan penuh semangat dalam Tuhan, hal tersebut memengaruhi banyak orang, dan akibatnya membuat segerombolan raksasa lari terbirit-birit ketakutan.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Kita pun perlu menjalani hidup kita penuh semangat dan tularkanlah semangat tersebut kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat. Semangat hidup adalah salah satu bukti nyata bahwa kita percaya Tuhan yang menyertai kita lebih besar dari tantangan yang kita hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.