MAKSUD YESUS MENGENAI JUBAH KEBENARAN

Lukas 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Dalam perumpamaan anak yang hilang, segala yang dilakukan sang ayah menggambarkan betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita.

(Baca juga: IBLIS SELALU INGIN KITA MERAGUKAN KASIH BAPA)

Ketika si bungsu pulang dalam keadaan kotor dan bau, dan dengan motivasi ingin mendapatkan makanan (Lukas 15:17), bukan karena ingin bertobat, sang ayah berlari dari jauh, lalu merangkul dan menciuminya (Lukas 15:20). Yesus ingin menggambarkan sikap hati Bapa di Sorga terhadap para pendosa.

Yesus menceritakan empat hal yang diberikan sang ayah kepada si bungsu sesaat setelah si bungsu kembali. Saya akan membahas keempat pemberian tersebut selama empat hari ke depan. Hari ini, kita akan membahas pemberian pertama sang ayah, yaitu jubah terbaik.

Perkataan Yesus mengenai jubah dalam perumpamaan ini mengacu kepada kata “jubah kebenaran” di dalam Yesaya 61:10, yang berkata, “Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”

Yesus ingin kita mengerti bahwa kasih Bapa kepada kita tidak bergantung pada perbuatan kita. Si bungsu pulang dalam keadaan kotor. Tidak ada sedikit pun perbuatannya yang benar, bahkan motivasinya untuk pulang pun salah. Namun lihat, Bapa menyelimuti dia dengan jubah kebenaran. Jubah kebenaran juga berbicara mengenai Yesus. Karena apa yang telah Yesus lakukan di atas kayu salib, tidak ada dosa yang dapat menghalangi kasih Bapa kepada kita.

Galatia 3:11 dengan jelas mengatakan, “Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Kita dibenarkan oleh karena iman kita kepada Kristus, bukan karena perbuatan kita untuk Kristus.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN ORANG-ORANG YANG KITA KASIHI TERJERUMUS)

Artinya, kita layak di hadapan Tuhan bukan karena kita rajin berdoa atau membaca Alkitab, bukan karena kita baik, melainkan karena iman kita kepada Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.