ALASAN MENGAPA IBLIS INGIN KITA MERASA TUHAN TIDAK MENGASIHI KITA

Galatia 4:7 “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris,  oleh Allah.”

Saya sering sekali mengutip ayat di atas. Salah satu alasannya karena saya senang mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya adalah anak kesayangan Tuhan. Hari ini, ijinkan saya mengingatkan kembali kita semua mengenai kebenaran tersebut.

(Baca juga: PENGHALANG TERJADINYA MUKJIZAT)

Jika kita memahami bahwa kita adalah anak kesayangan Tuhan, maka kita juga perlu memahami bahwa sebagai anak kita berhak menerima warisan janji Tuhan.

Salah satu janji Tuhan yang saya hafal tertulis di Yeremia 33:6, yaitu kesehatan, kesembuhan, kesejahteraan, dan keamanan yang berlimpah-limah.

Kebenaran di atas merupakan alasan mengapa iblis ingin kita berpikir bahwa kita ini bukanlah anak kesayangan Tuhan. Iblis ingin kita merasa bahwa Tuhan tidak mengasihi kita, terutama ketika kita jatuh di dalam dosa. Padahal hubungan bapa dan anak sama sekali tidak berkaitan dengan perbuatan. Yang artinya, sekalipun saya berbuat salah terhadap ayah dan ibu saya, saya tetaplah anak mereka sampai kapan pun. Itu fakta yang tidak dapat diubah.

Dalam perumpamaan anak yang hilang sang bapa sama sekali tidak menghukum atau memarahi si bungsu. Sebaliknya, sang ayah mengasihi si bungsu dan kasih itulah yang mengubah kehidupan si bungsu.

(Baca juga: INI SAATNYA MENINGGALKAN MASA LALU DAN MELANGKAH KE MASA DEPAN)

Teman, jangan terjebak dengan tipu muslihat iblis mengenai kebenaran di atas. Karena ketika kita termakan tipuan itu, kita akan cenderung menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, ketika kita menyadari bahwa kita sangat dikasihi Tuhan, kita akan cenderung mendekat kepada-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

One comment

  1. Kita adalah anak kesayangan Tuhan. Ia justru mengampuni kesalahan kita. Yang Yesus lakukan adalah menebus setiap dosa kita, bukan untuk menghukum kita. Ingat kembali bahwa kita adalah anak kesayangannya Tuhan. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.