LAKUKAN SAJA JIKA ADA TERTULIS DI DALAM FIRMAN TUHAN

Matius 14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Keraguan kita terhadap kebenaran Firman Tuhan akan membuang banyak waktu kita, sedangkan waktu terlalu berharga untuk disia-siakan. Membuat keputusan yang tepat dengan cepat membuat kita dapat melakukan lebih banyak dalam hidup ini.

(Baca juga: LAWAN PERASAAN DAN PIKIRAN NEGATIF KITA)

Saya tidak sedang mengajurkan untuk membuat keputusan-keputusan yang spontan tanpa arah tujuan. Yang saya maksud dengan keputusan yang tepat dan cepat adalah keputusan yang dibuat berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

Misalnya dalam Markus 16:18 mengatakan jika kita meletakkan tangan atas orang sakit, maka mereka akan sembuh. Jangan berlama-lama ragu, mempertimbangkan, atau menguji ayat itu. Kita perlu melakukan langkah iman untuk mengatasi keraguan tersebut.

Begitu juga terhadap Matius 5:44 yang mengatakan agar kita mengasihi musuh kita dan orang-orang yang menganiaya kita. Jangan terlalu lama ragu terhadap ayat itu. Sudah jelas tertulis di dalam Firman Tuhan, lakukan saja.

Ya, harus saya katakan bahwa dalam banyak situasi yang saya alami melakukan langkah iman itu sama sekali di luar nalar saya.

Dalam ayat di atas, Yesus mengharapkan reaksi cepat Petrus terhadap perintah-Nya. Yesus ingin Petrus mempercayai perkataan Yesus, bukan pertimbangan pribadinya. Jika Petrus berpikir sejenak, kemudian melihat ke kanan kiri, mungkin Petrus akan ragu dan mengurungkan niat melangkah ke atas air. Terbukti kemudian Petrus tenggelam setelah mengalihkan perhatiannya dari perkataan Yesus kepada logikanya.

(Baca juga: JERIH PAYAH KITA DI DALAM KRISTUS TIDAK PERNAH SIA-SIA)

Mari kita belajar merespons dengan cepat setiap kali mendengar atau mengetahui kebenaran. Semakin kita responsif terhadap kebenaran, semakin iman kita bertumbuh.(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

3 comments

  1. Maaf PS, Kehendak Tuhan biasanya berlawanan dgn kehendak manusia. Dalam renungan ps skg ada 3 kasus dituliskan. pertama, meletakan tangan pada org sakit, kedua mengasihi musuh dan ketiga petrus berjalan diatas air. Ketiganya kelihatan Baik tetapi belum tentu Benar. Kasus pertama jgn mentang2 kita sdh selamat & merasa sudah hidup dlm kehendak Tuhan begitu “melihat” atau “mendengar” orang sakit sigap (cepat respon) untuk mendoakan kesembuhan atau pemulihan (dan itu menurutnya Kehendak Tuhan utk berbuat kebaikan). Sedang dlm kutipan diatas mereka memakai jiwa/pikiran (melihat,mendengar,perasaan) -> (jiwa yg menuntun roh & tubuh) -> Baik tetapi tidak Benar. Itulah perkataan Firman ” …engkau menyebut aku Tuhan & melakukan atas nama Tuhan tetapi jawab Tuhan : Aku tidak mengenal engkau”.. Sedang kasus kedua, mengasihi musuh itu “sudah” dikarenakan Allah adalah Kasih (Allah itu Roh). Allah lebih dahulu mengasihi kita maka kita bisa berbuat/mampu mengasihi -> (Roh yg menuntun jiwa & tubuh) dan pasti lebih banyak mendengar Firman daripada mendengar diluar Firman -> Benar pasti baik. Kasus ketiga, Petrus berjalan diatas air karena Yesus (Tuhan) yang menghendaki bukan petrus -> Kehendak Tuhan. (petrus berjalan di dalam Roh/Percaya bukan pakai perasaan sehingga bisa berjalan diatas air). Petrus jatuh & mau tenggelam begitu jiwa/perasaan bermain & bukan kehendak Tuhan petrus menjadi celaka tetapi kehendak petrus untuk merasakan sekitarnya. -> Benar pasti Baik.JBU

    1. Shalom. Salam kenal. Saya setuju dengan kamu bahwa ada hal-hal tertentu yang perlu kita lakukan dengan berhikmat untuk memastikan kita melakukan kehendak Tuhan.

      Namun ada hal-hal tertentu yang sudah diperintahkan dalam Alkitab dan kita tinggal lakukan saja, seperti mendoakan orang sakit, mengusir setan, memberi, persepuluhan, menghormati orang tua, menghormati para pemimpin, bersukacita, bersyukur, memuji dan menyembah Tuhan, setia beribadah, dan masih banyak lagi. Tentu saja konteks melakukan dalam tulisan saya motivasinya mesti kasih. Pada dasarnya hal itu akan terjadi dengan sendirinya ketika kita memiliki hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan.

      Jadi poin yang saya mau tekan bukan di melakukannya, tetapi lebih ke percaya kepada apa yang tertulis dalam Firman Tuhan.

      Bicara mengenai kehendak Tuhan. Yohanes 6:28-29 menulis mengenai kehendak Tuhan bagi kita. Yaitu percaya kepada Yesus. Dan tentu saja ini termasuk percaya kebenaran-Ny. Jadi intinya, ketika kita melakukan apa yang Fiman Tuhan tulis, kita sedang melakukan kehendak Tuhan. Dan seperti yang kamu tuliskan, tentu saja kita memerlukan tuntunan Roh Kudus dalam hal itu.

      Note: konteks tulisan kamu mengenai “Jawab Yesus, “Aku tidak mengenal engkau,” ada di dalam Matius 7:15-23. Itu berbicara mengenai para pengajar sesat, yang pintar berkata-kata dan terlihat hidup baik tetapi tidak memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, atau tidak mengenal Yesus dan kebenaran-Nya. Alkitab mengategorikan orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan Yesus sebagai melakukan kehendak Tuhan (merujuk pada Yohanes 6:28-29).

      Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.