YANG KITA MAU VERSUS YANG TUHAN MAU

Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Setiap kita memiliki keinginan, kehendak, dan harapan. Sebagian besar orang, termasuk saya, datang kepada Tuhan karena kita menginginkan sesuatu dari Tuhan. Kita memiliki kecenderungan agar Tuhan mengabulkan atau melakukan hal-hal yang kita inginkan, kehendaki, dan harapkan.

(Baca juga: TUHAN INGIN TERLIBAT DALAM SETIAP DETIK HIDUP KITA)

Namun, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup. Salah satu ciri makhkluk hidup adalah memiliki kehendak. Jadi, Tuhan pun memiliki hal-hal yang Dia inginkan, kehendaki, dan harapkan terjadi di dalam hidup kita.

Perlu kita sadari bahwa ada kemungkinan keinginan, kehendak, dan harapan kita dapat berbeda, atau bahkan bertolak belakang dengan apa yang Tuhan inginkan, kehendaki, dan harapkan.

Pertanyaan yang saya ingin kita semua renungkan adalah, ketika kita mencari Tuhan, apa motivasi kita? Apakah kita ingin agar Tuhan meluluskan apa yang kita inginkan, kehendaki, atau harapkan, atau kita ingin mencari apa yang Tuhan inginkan, kehendaki, dan harapkan?

Apa pun jawaban kita atas pertanyaan di atas akan menentukan apa tindakan kita selanjutnya?

Jika yang kita cari adalah apa yang Tuhan inginkan, kehendaki, dan harapkan, maka kita akan meluangkan waktu untuk mendengarkan Dia berbicara, merenungkan kebenaran-Nya agar dapat semakin mengerti isi hati-Nya, dan menghidupi hal-hal yang menjadi perhatian-Nya.

Sedangkan, ketika seseorang mencari Tuhan agar Tuhan mengabulkan keinginan, kehendak, dan harapannya, orang tersebut akan cenderung merasa bahwa dirinya adalah pusat dari segala sesuatu. Bahkan, dia merasa bahwa apa yang menjadi kehendaknya harus menjadi kehendak Tuhan, bukan sebaliknya.

Saya tidak mengatakan kita tidak boleh memiliki keinginan, kehendak, atau harapkan. Bukan itu. Yang saya ingin coba sampaikan adalah kita diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kolose 1:16). Dialah adalah pusat dari segala sesuatu, bukan kita.

(Baca juga: MARI ATUR KEMBALI FOKUS KITA)

Saya berdoa bahwa apa yang Anda inginkan, kehendaki, dan harapkan selaras dengan apa yang Tuhan inginkan, kehendaki, dan harapkan. Jika tidak, sepertinya di satu titik Anda perlu memilih untuk terus mencari apa yang Anda mau, atau apa yang Tuhan mau dalam hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Advertisements

One comment

  1. Mengerti apa yang Tuhan kehendaki di hidup kita. Kehendak kita bisa baik maupun buruk. Namun kehendak Tuhan atas hidup kita pasti rancangan yang terbaik. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.