PERCAYALAH, DOSA ANDA TIDAK SEBURUK ITU

Yohanes 15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”

Beberapa kali saya menerima surat elektronik dari pembaca hagahtoday.com dan saya menangkap beberapa pesan yang hampir sama. Setiap kali mereka mengutarakan masalah mereka, entah masalah keluarga, finansial, anak-anak, karir, bisnis, dan hal lainnya; di dalam kalimat penutup, mereka bertanya apakah masalah tersebut ada hubungan dengan dosa yang mereka lakukan di masa lalu?

(Baca juga: APA SAJA DAPAT TERJADI PADA HARI INI)

Sejauh pemahaman saya, mereka memikirkan teori di atas karena mereka mengira bahwa masalah-masalah yang terjadi di dalam hidup mereka hari ini adalah akibat hukuman Tuhan atas dosa masa lalu mereka.

Tidak dapat dipungkiri ada dosa-dosa yang kita lakukan di masa lalu yang dapat berdampak terhadap masa depan kita, seperti misalnya kita pernah memukuli seseorang. Jika kita tidak pernah berdamai terhadap orang itu, jangan heran jika di masa depan dia mendatangi kita dan memukuli kita. Namun, “hukuman” itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari orang yang kita sakiti. Ini disebut dengan hukum tabur tuai atau sebab akibat.

Kita perlu menyadari bahwa Tuhan Yesus telah menanggung setiap dosa, pelanggaran, dan kutuk kita di atas kayu salib. Di mata Tuhan, setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anak kesayangan-Nya. Dia sangat mengasihi kita.

Lagipula, percayalah dosa kita tidak seburuk itu, sampai-sampai dapat membuat Tuhan berhenti mengasihi kita. Roma 8:35-39 mengatakan tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan.

Mari kita sedikit berlogika. Apakah dosa kita sebesar dosa Kain? Kain membunuh adiknya dengan darah dingin. Apakah dosa kita sebesar dosa Abraham? Abraham menjual istrinya dua kali. Apakah dosa kita sebesar Daud? Daud mengambil istri seseorang dan membunuh sang suami. Apakah dosa kita sebesar Rahab? Rahab menjual dirinya. Apakah dosa kita sebesar Petrus? Petrus mengutuk Yesus tiga kali. Apakah dosa kita sebesar perempuan Samaria? Dia memiliki lima suami. Jika tidak, mengapa kita berpikir Tuhan tidak mengasihi kita atau menghukum kita karena dosa-dosa kita?

Kain dijagai oleh Tuhan. Abraham disebut sebagai bapak orang beriman. Daud disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan. Rahab adalah salah satu dari nenek moyang Yesus. Petrus adalah salah satu rasul yang memberitakan nama Yesus. Perempuan Samaria berhasil menahan Yesus untuk tinggal di kotanya. Terhadap tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas sangat jelas bahwa Tuhan mengasihi mereka terlepas dari hal-hal buruk yang mereka lakukan.

(Baca juga: JANGAN BERHENTI IKUT TUHAN HANYA KARENA HAL SEPELE)

Jangan biarkan masalah-masalah yang kita hadapi membuat kita berpikir bahwa Tuhan tidak mengasihi kita. Kita sangat dikasihi oleh Tuhan. Bukan karena kita baik, tetapi karena kita adalah anak-anak-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.