PELAJARAN SPIRITUAL DARI KEBELET PIPIS

Lukas 5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Ya, saya tahu judul renungan di atas agak provokatif. Namun, saya rasa Tuhan dapat memakai peristiwa apa saja untuk menyampaikan pesan kepada kita.

(Baca juga: DIPERBAHARUI DARI HARI KE HARI)

Jadi, kemarin saya dan istri kebetulan pergi makan di sebuah tempat. Kami perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit ke tempat tersebut. Di tengah jalan, tetiba saya merasakan keinginan yang amat sangat untuk buang air kecil. Mungkin Anda pernah mengalami hal serupa, di mana Anda ingin buang air kecil, sementara situasi tidak memungkinan. Alhasil, saya harus menahannya selama kurang lebih 15 menit.

Setibanya saya di tempat tujuan, saya segera berlari ke toilet dan melakukan yang harus saya lakukan di situ. Pada saat itulah Roh Kudus membisikkan sebuah pelajaran penting di hati saya.

Roh Kudus mengingatkan saya bahwa terkadang kesibukan begitu menyita perhatian kita sehingga kita lupa untuk berhenti sejenak dan bersekutu dengan Tuhan. Bersekutu yang saya maksud, entah itu memuji menyembah Tuhan, mengucap syukur kepada-Nya, atau membaca dan merenungkan kebenaran.

Kita lupa bahwa sebagai anak Tuhan, roh dan jiwa kita memiliki kebutuhan yang amat sangat untuk bersekutu dengan Tuhan.

Seperti buang air kecil, entah seberapa kuat kita menahannya, pada satu titik, kita perlu melepaskannya. Pada saat itu terjadi, kita tidak dapat mengatakan kalau kita tidak memiliki waktu untuk buang air kecil. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita terlalu sibuk. Bahkan, kita akan terbangun dari tidur tengah malam kita untuk buang air kecil. Keadaan kebelet buang air kecil itu “memaksa” kita untuk meluangkan waktu sesibuk apa pun kita.

Jika kita melihat persekutuan kita dengan Tuhan seperti sesuatu kebutuhan yang “memaksa” kita, saya percaya kita tidak pernah akan mengatakan bahwa kita terlalu sibuk untuk berdoa, memuji menyembah Tuhan, atau membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Kita pasti akan meluangkan waktu untuk Tuhan.

(Baca juga: MENGUAK ARTI NAMA SARAH)

Setelah 10 menit menahan buang air kecil lalu melepaskannya, saya merasakan sebuah kelegaan, ketenangan, dan kebebasan. Saya percaya persekutan kita dengan Tuhan dapat menghasilkan dapat memberikan kelegaan, ketenangan, dan kebebasan yang luar biasa bagi roh dan jiwa kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.