MENGENAL ONESIMUS: PERJALANAN BUDAK MENJADI PEMIMPIN

Filemon 1:9b-11 Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus –dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

Sekitar sebulan lalu saya menulis sedikit kisah mengenai Onesimus. Pria ini mengawali “karirnya” di Alkitab sebagai budak dari Filemon. Onesimus lari meninggalkan Filemon karena telah melakukan sebuah kesalahan dalam pekerjaannya sebagai budak.

(Baca juga: BELAJAR BERDOA SEPERTI YESUS)

Di tengah pelariannya, Onesimus bertemu dengan Paulus, dan akhirnya Onesimus mengenal Yesus melalui pelayanan Paulus.

Kitab Filemon merupakan kitab yang ditulis Paulus kepada Filemon, yang juga adalah buah pelayanan Paulus, untuk meminta Filemon mengampuni Onesimus. Bukan hanya itu, Paulus juga meminta Filemon dapat menerima Onesimus sebagai rekan sekerja dalam Kristus, bukan lagi budak.

Namun, bagaimana kisah hidup Onesimus selanjutnya? Alkitab tidak pernah lagi mencatatnya. Namanya hanya ditulis dua kali dalam Alkitab, yaitu di Kolose 4:9 dan Filemon 1:10.

Pada antara tahun 98-117 seorang pemimpin gereja bersama Ignatius mencatat nama Onesimus dalam satu suratnya. Ignatius mengatakan bahwa Onesimus menjadi salah seorang bishop (pemimpin gereja) di Efesus dan di akhir hidupnya dia ditangkap oleh tentara Roma dan menjadi salah satu martir bagi Yesus.

Apa pelajaran yang kita dapatkan melalui kisah Onesimus di atas?

Pelajaran penting yang saya dapatkan adalah jangan menganggap remeh kasih dan pengampunan yang kita berikan kepada mereka yang kita pandang sebelah mata. Mungkin saja hari ini mereka adalah orang-orang yang jahat di mata kita, tetapi kasih dan pengampunan Tuhan dapat mengubah seorang penjahat menjadi “alat” bagi Kerajaan Sorga.

Peran Paulus dan Filemon sebagai orang percaya dalam kisah di atas sangatlah penting. Begitu juga peran kita sebagai orang percaya hari ini sangatlah penting. Ketika kita dapat melepaskan kasih dan pengampunan bagi orang lain, hal itu dapat mengubah sejarah kehidupan seseorang.

(Baca juga: BERILAH WAKTU DAN KESEMPATAN SUPAYA ORANG DAPAT BERUBAH)

Saya percaya kita memerlukan orang-orang seperti Paulus dan Filemon yang mau berbesar hati menerima kesalahan orang lain dan mengampuninya. Karena ada begitu banyak “Onesimus-Onesimus” di luar sana yang memerlukan kasih dan pengampunan agar mereka dapat melihat Kristus nyata bagi hidup mereka. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.