DUA SISI DALAM BERDOA YANG PERLU KITA KETAHUI

Kisah Para Rasul 12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Berdoa adalah salah satu “senjata rohani” yang Tuhan berikan bagi orang percaya. Berdoa adalah cara kita memerangi hal-hal jahat yang ada di dunia ini. Berdoa juga merupakan jalan untuk tinggal tenang agar kita dapat bersekutu dengan Bapa di Sorga dan mendengar suara-Nya.

(Baca juga: MENGENAL ONESIMUS: PERJALANAN BUDAK MENJADI PEMIMPIN)

Ibarat pisau, berdoa memiliki dua sisi. Sisi yang satu adalah sisi untuk diri kita sendiri, sedangkan sisi lainnya adalah untuk orang lain. Seringkali kita hanya mengasah doa dari satu sisi saja, yaitu sisi kita. Kita berdoa untuk mengomunikasikan hal-hal yang kita harapkan, gumuli, dan inginkan kepada Tuhan. Tidak ada yang salah dengan itu. Memang itulah tujuan dari doa.

Namun ada satu sisi lagi dari doa, yaitu sisi untuk orang lain. Sisi satu ini jarang terasah. Kemungkinan besar karena terhalang pikiran, “Berdoa bagi diri sendiri saja sulit, bagaimana mungkin saya mendoakan orang lain?” Tetapi, pikiran itu tidak benar. Sama tidak benarnya dengan berpikir bahwa jika kita berdoa untuk diri kita sendiri tidak terjawab bagaimana mungkin kita dapat mengharapkan doa kita untuk lain dijawab.

Saya menemukan sebuah fakta menarik, justru seringkali yang menghalangi doa kita terjawab karena kita hanya berdoa demi kepentingan diri kita sendiri, sementara Tuhan memanggil kita dari gelap kepada terang agar kita menjadi berkat bagi banyak orang. Yakobus 4:3 dengan gamblang mengatakan bahwa kita salah berdoa jika kita hanya berdoa untuk diri sendiri saja.

Jangan salah paham, saya tidak mengatakan bahwa yang benar hanyalah ketika kita berdoa untuk orang lain. Bukan itu yang saya maksud. Seperti ilustrasi pisau yang saya tulis di atas, doa memiliki dua sisi. Kedua sisi tersebut sama pentingnya. Jadi, kedua hal di atas perlu berjalan bersamaan.

Saya berikan contoh praktis. Ketika kita berdoa agar Tuhan memberkati kita, bisnis kita sukses, dan karir kita semakin baik, jangan hanya berhenti di situ. Namun, berdoalah juga bahwa dengan berkat tersebut kita ingin memberkati orang lain. Ketika kita berdoa untuk kesembuhan, jangan berhenti di situ. Namun, berdoalah juga bahwa dengan kesembuhan itu kita dapat bersaksi di persekutuan atau gereja agar banyak orang percaya bahwa Tuhan itu nyata.

(Baca juga: BANGUN HIDUP KITA DI ATAS BATU KARANG YANG TEGUH)

Salah satu cara lain untuk melatih sisi lain dari doa adalah dengan mulai mendoakan orang lain. Berdoalah untuk orang-orang yang kita kasihi, dan juga berdoalah untuk orang-orang yang tidak kita sukai. Dengan demikian kehidupan doa kita akan semakin bertumbuh.(penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.