POLA PIKIR MINIMALIS TIDAK SELALU BAGUS

Matius 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Saya senang jalan-jalan ke IKEA bersama istri saya sekadar hanya untuk melihat desain-desain ruangan. Desain yang paling menarik perhatian saya adalah desain yang minimalis. Saya tidak terlalu mengerti mengenai dunia desain, tetapi saya rasa beberapa tahun belakangan, hampir semua bidang industri berubah menjadi minimalis. Baik dalam warna, desain, maupun bentuk.

(Baca juga: BERDOA TIDAK MELULU MENGENAI JAWABAN DOA)

Namun, pola pikir minimalis dalam konteks kehidupan kerohanian kita tidaklah seindah desain ruangan yang saya lihat di IKEA.

Misalnya, setiap hari minggu, pikiran kita hanya berkutat antara pergi ke gereja atau tidak, memberi persepuluhan atau tidak, datang tepat waktu atau datang pada saat khotbah, atau saat teduh atau tidak.

Jika kita terus menerus berpikir minimalis seperti itu, tentu kehidupan Kristen kita akan sulit untuk bertumbuh. Kita sendiri yang menghambatnya.

Cara mengatasinya adalah dengan mengubah kebiasaan tersebut dan mulai memikirkan hal-hal yang lebih besar. Misalnya, jika saya pergi ke gereja, siapa yang dapat saya ajak. Jika saya memberi persepuluhan, artinya saya sedang mengambil bagian dalam pekerjaan yang Tuhan lakukan melalui gereja-Nya. Jika saya datang lebih cepat, saya dapat menikmati pujian dan penyembahan. Jika saya saat teduh, saya mendapat kesempatan untuk mendengar hal yang Tuhan ingin sampaikan.

(Baca juga: GEREJA SEMESTINYA MENJADI TEMPAT YANG PALING BANYAK MEMPERLIHATKAN KASIH)

Kita tidak diciptakan untuk memiliki kehidupan rohani yang minimalis. Tuhan ingin kita memberkati banyak orang, bahkan bangsa-bangsa. Dia ingin menyatakan perbuatan-perbuatan yang besar melalui hidup kita. Apakah kita siap untuk hal itu? (penulis:@mistermuryadi)

One comment

  1. Tidak semua hal yang sifatnya minimalis bagus. Kita harus belajar bahwa tindakan yang kita lakukan berdampak bagi orang lain. Memikirkan diri kita sendiri hanya membuat pikiran lita sempit. Terima kasih Koh Zal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.