PELAJARAN DARI MUSIM DINGIN KEDUA DI AUSTRALIA

Yohanes 12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Pertengahan tahun ini merupakan musim dingin kedua saya selama di kota Sydney, Australia. Sebagai pendatang dari negara tropis, tentu saja musim dingin Australia menjadi tantangan tersendiri bagi saya.

(Baca juga: HARAPKAN SESUATU YANG BAIK HARI INI)

Dulu saya pikir saya akan lebih menyukai musim dingin, tetapi setelah merasakan bagaimana tajamnya udara dingin itu menusuk kulit, sekarang saya lebih memilih musim semi atau gugur.

Namun, bukan berarti saya tidak suka musim dingin sama sekali. Ada hari-hari di mana saya sangat menyukai musim itu, terutama ketika suhu berada di antara 10-15 derajat, tanpa hembusan angin, dengan disertai terik panas matahari. Bagi saya, itu perpaduan paling pas di musim dingin.

Menjalani musim dingin kedua di Sydney, Australia, Roh Kudus mengajarkan saya satu hal penting tentang kehidupan.

Saat saya berada di bawah bayang-bayang sebuah bangunan atau berada di dalam kamar, saya akan merasakan lebih dingin dibanding ketika saya mengekspos diri saya di bawah terik matahari. Terik matahari di musim dingin memberikan kehangatan bagi tubuh saya. Saya mungkin berada di dalam sebuah musim yang kurang saya sukai, tetapi ketika saya mengekspos diri saya di bawah terik matahari, musim dingin tidak lagi menjadi masalah.

Saya rasa hal yang sama mungkin sedang terjadi di dalam hidup kita saat ini. Mungkin kita sedang berada di sebuah musim atau situasi yang tidak kita sukai saat ini. Mungkin ada kondisi yang kurang menyenangkan yang sedang kita lewati. Jika kita sedang mengalaminya, jangan hidup di dalam bayang-bayang ketakutan atau bersembunyi di balik masalah kita. Ekspos diri kita ke kebenaran Firman Tuhan. Biarkan Firman itu memberikan kehangatan dan menyelimuti diri kita.

Terik matahari di musim dingin sama seperti kebenaran Firman Tuhan di tengah ketakutan dan kekuatiran hidup kita. Kita dapat melewati semua yang terjadi di dalam hidup kita dengan penuh rasa takut dan kuatir, atau dengan rasa percaya diri dan berpegang pada janji Tuhan.

(Baca juga: MARI KITA BELAJAR MENEGUR DENGAN KASIH)

Raja Daud mendengungkan hal itu ketika dia melewati musim yang berat di dalam hidupnya. Dia mengatakan, “Sekalipun aku berjalan melewati lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.