PELAJARAN DARI EMBUN DI PAGI HARI

Kejadian 27:28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

Kemarin saya bangun lebih pagi dari biasanya. Saya menyeruput secangkir kopi susu dan duduk di pekarangan belakang rumah sambil menikmati suasana sejuk di pagi hari . Mata saya menjelajah melihat rerumputan yang hijau, mainan-mainan keponakan saya yang berhamparan, dan lalu tanpa sengaja mata saya terpaku pada dedaunan tidak jauh dari tempat saya duduk. Saya melihat embun, embun pagi. Hal yang sangat jarang saya lihat.

(Baca juga: NYANYIAN SYUKUR DALAM LEMBAH)

Seketika saya merasakan pikiran saya bekerja mencari-cari referensi mengenai embun yang pernah saya baca di Alkitab atau buku rohani. Namun, saya tidak menemukan apa pun. Seusai menghabiskan kopi, saya penasaran dan mulai mencari kata itu di Alkitab elektronik saya.

Saya menemukan bahwa, sedikitnya, kata “embun” muncul sebanyak 34 kali di dalam Alkitab. Sebagian besar penggunaan kata itu mengacu kepada berkat Tuhan.

Seharian saya merenungkan apa yang Tuhan ingin sampaikan melalui embun yang saya lihat.

Ini yang saya dapatkan. Biasanya kita mendapatkan embun di pagi hari. Atau dengan kata lain, embun itu sudah ada ketika kita bangun pagi. Proses terjadinya embun, proses di mana uap-uap air yang kembali berubah menjadi titik-titik air, tidak kita lihat atau rasakan. Semua itu terjadi tanpa kita sadari.

Hal pertama. Proses datangnya berkat Tuhan ke dalam hidup kita tidak perlu kita pikirkan. Itu semua terjadi di belakang layar. Dia telah merencanakan hal-hal baik bagi kita jauh sebelum kita ada. Bagian kita adalah tidur. Yang saya maksud dengan tidur adalah kita “beristirahat” di dalam janji Tuhan. Kita percaya kepada janji dan kebenaran-Nya.

Berikan ruang untuk mukjizat terjadi di dalam hidup kita. Musa tidak memikirkan cara membelah laut, yang dia lakukan hanyalah percaya kepada Tuhan ketika Tuhan mengatakan kepadanya untuk meletakkan tongkat di atas air. Musa tidak diam bermalas-malasan, dia mengikuti dan percaya kepada tuntunan Tuhan.

Hal kedua. Embun itu ada setiap pagi, terlepas dari kita menyadarinya atau tidak. Kita tidak perlu menantikan embun itu datang, dia pasti datang di pagi hari. Hal yang sama dengan berkat Tuhan. Seringkali, kita pikir Tuhan menahan berkat atas hidup kita. Padahal berkat itu sudah ada di sekeliling kita. Dia sudah memberikannya.

Dalam hidup kita selalu ada kesempatan-kesempatan yang datang. Kesempatan yang baik tentunya, yang memuliakan nama Tuhan. Masalahnya, apakah kita menyadarinya atau tidak, dan pada saat kita menerimanya, apakah kita mengelolanya dengan baik atau tidak.

(Baca juga: SAAT KITA AKTIF MENCARI KERAJAAN SORGA, YANG LAIN PASTI DITAMBAHKAN)

Satu hal kecil yang dapat Anda lakukan untuk merenungkan hal di atas. Besok pagi bagnun lebih cepat dan carilah embun pagi. Biarkan embun pagi itu mengingatkan kembali janji Tuhan atas hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.