SEMBUH DARI KANKER KARENA BERHARAP KEPADA TUHAN

Mazmur 112:7-8 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.

Kitab Amsal 4:23 mengatakan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

(Baca juga: HATI ANDA DAPAT MENGALIRKAN ALIRAN-ALIRAN AIR HIDUP)

Beberapa tahun lalu, saya pernah mewawancarai seorang dokter spesialis kanker. Dokter itu bercerita, dia pernah memiliki dua pasien yang memiliki penyakit kanker yang sama, dalam stadium yang sama, dan tinggal dirawat ruangan yang sama.

Setiap kali sang dokter mengunjungi kedua pasien tersebut, menceritakan perkembangan penyakit mereka, dia selalu mendapatkan dua respons yang berbeda. Pasien pertama selalu menanggapinya dengan pesimis, seolah itu adalah hari terakhirnya. Sedangkan, pasien kedua menanggapinya optimis, baginya sedikit kemajuan adalah selangkah lebih dekat dengan kesembuhan.

Selang enam bulan, pasien pertama meninggal dunia dan pasien kedua keluar dari rumah sakit, berangsur-angsur pulih dari kankernya, dan sembuh!

Ketika sang dokter bercerita, saya teringat perkataan Yesus dari Lukas 6:45, “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

(Baca juga: PERLU PENGORBANAN UNTUK MEMULAI SESUATU YANG BARU)

Teman, ada kekuatan yang luar biasa yang dihasilkan oleh hati kita. Ketika kita menaruhkan pengharapan kepada Kristus ke dalam hati kita, yang mengalir adalah hal-hal yang membawa kehidupan, kekuatan, dan keberanian. Kita tidak perlu takut terhadap lawan-lawan kita, karena kita tahu bahwa pengharapan Anda di dalam Tuhan tidak akan mengecewakan. (penulis: @mistermuryadi)

2 comments

    1. Saya pribadi sama seperti itu dan saya rasa kebanyakan orang seperti itu. Kita lahir dan tumbuh dengan diajarkan lebih banyak mengenai rasa takut ketimbang diajarkan mengenai iman.

      Itu sebabnya setelah kita mengenal Yesus, saya percaya kita perlu melatih iman kita selangkah demi selangkah. Mulai dari hal-hal yang menurut kita mudah untuk dilakukan. Sama seperti seseorang belajar naik sepeda. Tidak langsung hebat dalam semalam, namun kalau dia berlatih setiap hari, dalam waktu 6 bulan, dia akan lancar naik sepeda.

      Begitu juga iman kita. Kita tidak langsung jadi pemberani dalam semalam. Kita perlu waktu untuk mengembangkan iman percaya kita kepada Yesus. Tapi kalau kita mau melatihnya hari ini, saya percaya tahun depan kita akan jauh lebih berani daripada hari ini.

      Alkitab mengajarkan banyak aspek kehidupan bagi kita. Mulai dari memberi, menolong orang lain, melayani, mengampuni, memberkati orang lain, meletakkan tangan kepada orang yang sakit, dan masih banyak lagi. Latih diri kita melakukan hal-hal itu sekalipun kita merasa takut atau tidak mau.

      Kita pasti bertumbuh perlahan tapi pasti. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.