HIDUP DIKELILINGI DENGAN YANG TERBAIK DARI TUHAN

Lukas 10:42 “… tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Sekitar 24 tahun lalu, sebelum handphone popular seperti sekarang ini, orang menggunakan pager. Pager adalah alat untuk menerima pesan. Kita menelepon dan menyampaikan pesan kepada operator, lalu operator meneruskannya dalam bentuk teks ke pager kita. Selama 1 tahun saya menggunakan pager pemberian ayah saya, sampai suatu kali ayah mengajak saya, kakak, dan adik saya membeli handphone.

(Baca juga: GUNAKAN MULUT KITA UNTUK MEMBERKATI)

Sesampainya di toko, kakak dan adik saya begitu bersemangat memilih-milih handphone. Usai mereka mendapatkannya, ayah saya bertanya, “Kamu mau yang mana?” Saya bingung menjawabnya, lalu saya menjawab, “Bolehkah saya dibelikan pager yang baru?” Spontan mereka bertiga menertawakan saya.

Teman, banyak orang kesulitan memilih antara yang baik dan buruk, apalagi memilih antara yang baik dan yang terbaik.

Saya bertemu dengan orang-orang yang kesulitan memilih untuk gereja atau tidak, saat teduh atau main, nonton atau belajar, dan lain sebagainya. Jika memilih antara yang baik dan buruk saja kesulitan, bagaimana mungkin kita dapat memilih yang terbaik dari yang baik?

Kabar sukacitanya adalah Tuhan selalu menyediakan yang terbaik dan Dia ingin kita mendapatkannya. Namun kita juga perlu mengetahui bahwa dunia pun menawarkan sesuatu yang kelihatannya seperti yang terbaik, supaya kita tidak mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

“Lalu, bagaimana cara kita dapat memilih yang terbaik dari Tuhan?”

Salah satu caranya adalah melatih diri kita untuk memilih yang baik dari yang buruk. Misalnya, jika hari Minggu tiba dan di kepala kita terlintas pilihan antara pergi ke gereja atau tidak, pilihlah yang baik, yaitu pergi ke gereja.

Jika kita sudah terbiasa memilih yang baik, mulailah belajar memilih yang terbaik, seperti, “Siapa yang bisa saya ajak ke gereja hari ini?” “Saya mau ajak teman kantor saya ke gereja minggu depan.”

(Baca juga: ADA KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN)

Semakin sering kita melatih diri dalam hal itu, suatu saat kita akan melihat hidup kita hanya dikelilingi oleh segala yang terbaik dari Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.