SI OPTIMIS VERSUS SI PESIMIS

Mazmur 27:13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

Beberapa minggu lalu, ketika di gereja, saya mendengar kisah mengenai si optimis dan si pesimis ini dalam khotbah yang disampaikan. Saya pikir kisah ini baik untuk kita renungkan bersama.

(Baca juga: MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN MEMBANGKITKAN IMAN KITA)

Ceritanya di dalam sebuah keluarga terdapat dua anak laki-laki. Sebut saja Bobby dan Philip. Bobby adalah tipe anak yang optimis, sedangkan Philip tipe yang pesimis. Dua anak itu sangat bertolak belakang. Menurut orangtua mereka, Bobby terlalu optimis, sedangkan Philip terlalu pesimis. Hal itu membuat kedua orangtua kuatir.

Menjelang Hari Natal, sang ibu memiliki ide untuk memberikan sesuatu yang dapat membuat kedua anak tersebut belajar agar tidak terlalu optimis dan tidak terlalu pesimis. Sang ibu ingin si optimis memiliki sedikit rasa pesimis dan si pesimis memiliki sedikit rasa optimis.

Untuk Bobby, sang ibu mengisi kamar tidurnya penuh dengan kotoran kuda sampai ke sudut-sudut kamar. Untuk Philip, sang ibu mengisi kamar tidurnya dengan banyak hadiah, mulai dari bungkusan yang kecil sampai besar.

Ketika kedua anak itu pulang ke rumah usai sekolah, Philip segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat dan terkejut melihat kamarnya penuh dengan hadiah, sampai-sampai tidak ada lagi tempat untuk menaruh tas sekolahnya. Melihat kamar Philip berlimpah hadiah, Bobby pun segera berlari ke kamarnya dan dia kesulitan mendorong pintu kamarnya karena kamar itu penuh dengan kotoran kuda.

Selang beberapa menit, sang ibu mengintip ke kamar Philip dan bertanya, “Bagaimana, apakah kamu suka dengan hadiah dari kami?” Philip menjawab pesimis, “Pasti di antara banyak hadiah itu, tidak ada hadiah yang saya inginkan.” Bersamaan dengan itu, sang ayah bertanya kepada Bobby, “Bob, apa yang kamu sedang lakukan? Mengapa kamu mengaduk-aduk kotoran kuda itu?” Bobby menjawab optimis, “Kalau ada kotorannya, pasti di dalam sini ada kudanya.”

Apa pelajaran yang Anda dapatkan dari kisah di atas?

Ketika mendengar cerita di atas, Roh Kudus membisikkan sesuatu di dalam hati saya. Menjadi orang yang optimis atau pesimis dapat disebabkan karena masalah kepercayaan. Kepercayaan kita terhadap Tuhan. Dalam kasus Bobby dan Philip, kepercayaan mereka terhadap orangtua mereka.

Saat kita percaya kepada Tuhan, kita akan menjadi orang-orang yang optimis seperti Bobby. Melihat situasi yang buruk, kondisi yang jauh dari harapan, tidak membuat kita putus asa atau kehilangan semangat. Justru kita melihat bahwa akan ada mukjizat yang Tuhan lakukan lagi bagi hidup kita. Akan ada kesaksian yang dapat kita ceritakan.

(Baca juga: APAKAH ANDA SEDANG KECEWA TERHADAP TUHAN?)

Sebaliknya, ketika kita kehilangan kepercayaan terhadap Tuhan, kita menjadi orang-orang yang pesimis. Bahkan dalam situasi yang baik pun, kita memiliki kecenderungan melihat dan membesarkan hal-hal yang negatif. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

Leave a Reply to Dimas Kamajaya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.