PEMANDANGAN INDAH DI RUANG GANTI PRIA

Mazmur 119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

Entah kenapa, beberapa bulan belakangan saya sering terinsipirasi ketika melihat sebuah peristiwa di sekeliling saya. Mulai dari embun, perilaku anjing, dan sesuatu yang akan saya ceritakan hari ini.

(Baca juga: TAHU YESUS BAIK VERSUS MENYADARI YESUS BAIK)

Saya merasa pada dasarnya Tuhan selalu ingin menyampaikan hati-Nya bagi kita semua melalui hal-hal sederhana di sekitar kita. Kalau saja kita meluangkan waktu untuk melihat, memperhatikan, dan merenungkannya, saya percaya Dia sedang berbicara kepada kita semua di hari-hari terakhir ini.

Untuk mendukung studi di Sydney, saya bekerja di supermarket. Pekerjannya sederhana dan cukup menantang, yaitu mengangkat barang dan mengisi rak-rak yang kosong dengan stok baru. Kemarin ketika saya hendak istirahat dari pekerjaan dan mengambil botol minum saya, saya masuk ruang ganti pria dan melihat seorang teman saya sedang khusuk membaca Alkitab sambil menanti jam kerjanya dimulai. Dia menyepi, tetapi tidak sendiri. Dia sedang bersama Kristus.

Nama teman saya ini Shain. Dia berasal dari India dan sudah dua tahun migrasi ke Sydney. Dia baru bekerja selama beberapa minggu di supermarket yang sama dengan saya. Sekitar dua minggu lalu saya sempat bercakap-cakap dengannya ketika beristirahat dan dia mengatakan bahwa dia adalah seorang Kristen dan “kebetulan” dia juga pergi ke gereja yang sama dengan saya tetapi dengan jam ibadah yang berbeda.

Ketika saya melihat pemandangan itu, ada sesuatu yang melonjak di batin saya. Ini dia yang semestinya menjadi kegiatan orang Kristen ketika sedang sendiri, yaitu bergaul dengan Kristus. Membaca dan merenungkan Firman-Nya. Mendengarkan suara-Nya. Menantikan tuntunan-Nya.

Bagi saya pribadi, orang-orang yang memiliki waktu pribadi bersama Kristus adalah orang-orang yang kuat menghadapi kehidupan. Kekuatan kita bukanlah otot yang besar, tetapi lutut yang bertelut di hadapan Sang Pencipta.

Di awal-awal Shain bekerja, saya sering mendengar caci maki dari manajer. Hampir tidak pernah sekalipun sang manajer tidak memarahinya karena kesalahan-kesalahan anak baru yang dibuatnya. Beberapa anak baru lain memilih mengundurkan diri karena merasa tidak kuat dengan tekanan itu, tetapi Shain bertahan. Saya baru tahu rahasia kekuatannya kemarin, ternyata hubungannya dengan Kristus.

(Baca juga: JALAN CERITA HIDUP KITA MUNGKIN BERBEDA JIKA KITA TIDAK MENYERAH)

Bagaimana dengan kita? Bagaimana kita menghabiskan waktu-waktu kita akhir-akhir ini? Apakah kita memiliki waktu khusus bersama Kristus? (penulis:@mistermuryadi)

One comment

Leave a Reply to Dimas Kamajaya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.