BERKAT TUHAN ADALAH SEBUAH “KUTUK”

Bilangan 6:24-26 Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Kita adalah orang yang diberkati. Itu adalah identitas kita sebagai orang percaya. Kondisi atau latar belakang kehidupan kita mungkin membuat kita berpikir bahwa kita bukan orang yang diberkati, tapi kebenaran Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah orang yang diberkati.

(Baca juga: MISKIN BUKAN HANYA KONDISI TIDAK MEMILIKI UANG)

Tuhan menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberikan kita kasih karunia. Tidak peduli seberapa terpuruk kondisi kita hari ini, tetapi menurut Firman Tuhan, kita adalah orang yang berhasil di dalam Kristus.

Kata “berkat” diambil dari bahasa Yunani “eologeo”, yang artinya adalah kemurahan Tuhan atau bertingkah laku seperti orang yang diberkati. Sedangkan, dalam bahasa Ibraninya “barakh”, yang artinya kelimpahan dan sebuah “kutuk”.

Ada dua hal menarik dari arti kata “berkat” di atas. Pertama, berakting atau bertingkah laku seperti orang diberkati. Ada begitu banyak orang ingin hidup berkelimpahan, tetapi bertingkah laku seperti orang yang selalu kekurangan. Kita sudah membahasnya kemarin.

Arti kedua yang menarik adalah sebuah “kutuk”. Seperti kita tahu, kutuk adalah sesuatu yang tidak dapat kita lawan. Misalnya: kutuk dosa. Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, setiap manusia yang lahir ke dunia berdosa. Tidak peduli seberapa lucunya seorang bayi, begitu dia terlahir ke dunia, dia terkena kutuk dosa Adam dan Hawa. Namun puji Tuhan, Yesus datang dan menebus setiap kutuk kita (Galatia 3:13). Setiap orang yang percaya Yesus dibebaskan dari kutuk itu.

Nah, ini dia berita sukacitanya. Berkat adalah sebuah “kutuk”. Artinya, ketika Tuhan memberkati kita, itu menjadi sesuatu yang tidak dapat kita lawan. Suka tidak suka, mau tidak mau, hidup kita pasti diberkati. Bahkan, Firman Tuhan mengatakan bukan hanya kita yang diberkati, tapi juga keturunan kita (Yesaya 54:3). Mungkin dengan kata lain, selama kita hidup di dalam Kristus, berkat akan mengejar kita.

(Baca juga: DILEMA ANTARA KEMBALI KE MESIR ATAU BERJALAN MENUJU KANAAN)

Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan ini, “Selama kita menjadi Yesus yang nomor satu, kita tidak akan pernah dinomorduakan.” Saya setuju sekali dengan hal itu. Selama kita mencari dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya, segala sesuatu akan ditambahkan ke dalam hidup kita. Kita tidak perlu kuatir. Haleluya! (penulis:@mistermuryadi)

3 comments

  1. Bagaimana ko berkat Tuhan dibilang kutuk? Bahasanya ga tepat lho pak? Hehe, kutuk ya suatu yg tdk diinginkan siapapun, kutuk menjauhkan kita dari Berkat anugrah Tuhan.

    1. Shalom Naomi. Sudah jelas berkat adalah anugerah Tuhan. Saya setuju dengan kamu. Btw, itu kata kutuknya dipakaikan tanda “”. Yang menandakan ada maksud lain atau maksud khusus. Gbu.

  2. Berkat Tuhan adalah sesuatu yang tidak dapat kita lawan atau rubah. Ia sudah menebus dan memberkati hidup kita. Tidak ada perbuatan manusia yang dapat menggagalkan penebusanNYA. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.