HABEL, SANG PAHLAWAN IMAN DALAM URUSAN MEMBERI

Ibrani 11:4a Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.

Ini ayat yang menarik untuk direnungkan. Dari sekian pahlawan iman di Ibrani 11 yang melakukan banyak perkara luar biasa, Habel justru mendapatkan gelar itu karena persembahannya yang terbaik (Kejadian 4:3-4). Ternyata, tidak perlu membelah laut untuk disebut pahlawan iman!

(Baca juga: SEPERTI APA KITA INGIN DIINGAT DAN DIKENAL ORANG?)

Habel disebut pahlawan iman bukan karena memberi persembahan yang terbanyak, melainkan yang terbaik. Habel memberi dengan imannya. Karena imannya, Firman Tuhan mengatakan, “Persembahan Habel lebih baik dari Kain.”

Sadarkah kalau seringkali kita memberikan sisa kepada Tuhan? Setelah gajian, kita mulai mengatur uang kita, untuk bayar rumah, bayar mobil, beli hadiah, pulsa, baju, dan sisanya barulah kita berikan kepada Tuhan di Ibadah Minggu dan persekutuan.

Kita dapat mempersiapkan presentasi pekerjaan selama satu minggu, tapi persiapan pelayanan dilakukan pas hari-H. Ketika ada pilihan antara main dan melayani di gereja, kita mengatakan, “Ke pelayanan dapat ijin dulu, masih ada minggu depan.”

Memberikan yang terbaik berkaitan erat dengan persiapan yang terbaik. Seperti orangtua yang menunggu kelahiran anaknya, mereka mempersiapkan segala sesuatu berhari-hari sebelum sang anak lahir. Jika uang mereka terbatas, mereka mulai mencicil membeli barang-barang itu. Mereka memikirkan warna kamarnya, warna mainannya, bahkan model pakaiannya. Ketika sang anak lahir, dia menikmati segala yang terbaik.

(Baca juga: DUA SISI DALAM BERDOA YANG PERLU KITA KETAHUI)

Apakah kita ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan? Jika iya, belajarlah untuk meninggalkan mental “memberikan-sisa” dan mulai persiapkan pemberian kita bagi Dia yang terlebih dahulu memberikan segala yang terbaik kepada kita. (penulis: @mistermuryadi)

3 comments

  1. Salam Bang Mur,
    Tq atas artikel2nya. Kalau boleh saya bertanya, apa komentar Bang Mur sehubungan dengan serangan virus Corona yg sudah muai mendunia …

    1. Shalom Bang Dongenku. Salam kenal. Saya pribadi bukan ahli di bidang Corona. Jadi, agak sulit untuk memberikan komentar yang tepat sehubungan dengan virus itu. Namun yang saya tahu pasti, virus itu tidak berasal dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply to Dimas Kamajaya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.