TUHAN MENGINGINKAN HATI KITA LEBIH DARI PELAYANAN KITA

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Mungkin banyak di antara kita yang sedang mencari panggilan Tuhan atas hidup kita. Mungkin kita sedang bertanya kepada Tuhan,” Tuhan, apa yang Engkau inginkan dalam hidup saya?” “Apakah Tuhan memanggil saya untuk hal ini atau hal itu?”

(Baca juga: HAL-HAL YANG PERLU KITA LAKUKAN SEBAGAI MURID KRISTUS)

Saya pun pernah berada di posisi seperti itu. Menanyakan hal yang sama kepada Tuhan. Sampai, saya membaca, mendengar, dan merenungkan kembali ayat di atas.

Saya percaya panggilan Tuhan atas hidup semua orang adalah menjadi persembahan yang hidup bagi-Nya. Dalam arti lain, kita menjadi orang-orang yang siap dipakai oleh Tuhan. Pikiran kita terpaku kepada Tuhan dan hati kita siap untuk dibentuk oleh Tuhan. Kita berikan kendali hidup kita kepada Sang Nahkoda Agung.

Yang Tuhan inginkan bukanlah apa yang dapat kita lakukan bagi Dia. Tuhan menginginkan hati kita. Bagi Tuhan, hati kita jauh lebih penting dari pelayanan kita. Karena, jika Dia bisa mendapatkan hati kita, Dia pasti mendapatkan pelayanan kita.

Sisi menyedihkan dari kebenaran di atas adalah kita dapat menjadi orang yang melayani Tuhan sekuat tenaga, sementara hati kita jauh dari Tuhan. Kita melakukan pelayanan kita tidak dengan segenap hati. Kita merasakan bosan dengan pelayanan kita. Kita tidak bergairah.

Bicara mengenai hati, berbicara mengenai hubungan kita dengan Tuhan. Waktu-waktu yang kita luangkan dan habiskan bersama Dia dan Firman-Nya. Waktu-waktu di mana hanya ada kita dan Tuhan di dalam hadirat-Nya.

(Baca juga: TIDAK BIJAK MEMBANDINGKAN HIDUP KITA DENGAN ORANG LAIN)

Pada saat kita dapat memberikan diri kita sebagai persembahan yang hidup. Tuhan akan menuntun kita selangkah demi selangkah untuk melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Kerajaan-Nya. Dan catat ini, kita tidak akan pernah kebosanan melakukannya. Sebaliknya, kita akan bergairah menjalani pelayanan kita dan segala tantangan yang mungkin kita hadapi di dalam pelayanan kita. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.