BAGAIMANA JIKA KITA TIDAK MEMILIH DIAM DAN PASRAH?

2 Raja-raja 7:3-4 Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”

Kisah empat orang kusta di atas memberikan ilustrasi yang menarik mengenai keberanian untuk melangkah dan melakukan terobosan. Mereka terjebak dalam situasi yang sangat buruk. Kelaparan besar melanda, tentara Bangsa Aram mengintai, dan mereka dikucilkan oleh masyarakat.

(Baca juga: DUA ALASAN MENGAPA JANJI TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL)

Pilihan mereka adalah berdiam diri menunggu atau pergi ke perkemahan tentara Aram untuk memohon belas kasihan. Kedua pilihan itu risikonya adalah mati.

Keempat orang itu memutuskan untuk pergi ke perkemahan tentara Aram. Mereka memberanikan diri untuk melangkah dan melakukan terobosan dibanding hanya berpangku tangan dan berdiam diri. Mereka tidak ingin pasrah terhadap keadaan.

Jika Anda membaca kisah di atas, keempat orang kusta itu selamat dan mereka menjadi makmur. Sesuatu yang luar biasa terjadi atas mereka.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa di atas?

Banyak orang memilih diam dan pasrah dengan keadaan ketimbang mengambil risiko untuk melangkah dan melakukan sesuatu. Seringkali kita mengharapkan sesuatu yang berbeda terjadi, sementara kita melakukan hal yang sama berulang kali. Pada dasarnya itu adalah definisi dari tidak waras.

(Baca juga: IBLIS TAHU BAHWA DI LUAR TUHAN TIDAK ADA KEHIDUPAN)

Jika kita ingin sesuatu yang berbeda terjadi, lakukanlah hal yang berbeda. Berani diri untuk melakukan sesuatu yang baru. Mungkin saja kita gagal ketika mencoba sesuatu yang baru, tetapi tidak berani mencoba apa pun merupakan kegagalan yang terburuk. Atau mungkin, seperti kisah keempat orang kusta di atas, kita berhasil. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

  1. Berani melangkah dan menerima janji Tuhan. Tidak akan ada yang terjadi bila kita hanya diam dan hidup dalam ketakutan. FirmanNYA membebaskan dan membuat kita diberkati. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.