“BAGAIMANA JIKA KAMU DIWARISKAN SEPATU BERWARNA UNGU?”

1 Korintus 8:6 Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Kalau jumlah Tuhan ada banyak, mungkin Sorga akan memiliki banyak kavling. Saya percaya hanya ada satu Tuhan. Dan saya bersyukur kita menyembah satu-satunya Tuhan yang benar dan hidup.

(Baca juga: EMPAT KISAH YANG PALING MENGINSPIRASI MENGENAI MEMBERI)

Salah satu tujuan kehadiran Yesus di dunia adalah membuka mata manusia mengenai Tuhan. Yesus adalah bukti bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang terkurung di dalam sebuah kitab, yang hanya ada di dalam wujud patung, atau di dalam benda-benda lainnya. Kehadiran Yesus merevolusi sejarah manusia tentang gambaran Tuhan, bahwa Dia nyata, hidup, bernapas, bergerak, dan selalu ada bersama-sama dengan kita. Haleluya!

Salah satu alasan kenapa manusia begitu sulit bertemu dengan Tuhan, karena mereka pasrah menerima gambaran dan informasi tentang Tuhan yang diturunkan melalui tradisi. Mereka tidak mencari Tuhan secara pribadi, itu sebabnya mereka kesulitan menemukan Pribadi Tuhan.

Suatu hari seorang teman saya yang beragama lain bertanya kenapa saya dapat percaya kepada Yesus, karena dulu saya mempercayai kepada tuhan yang sama dengannya. Saya memberikan sebuah ilustrasi kepadanya. Saya mengatakan, “Jika kamu diwariskan sepasang sepatu berwarna ungu oleh buyut kamu dan sepatu itu harus kamu pakai saat kamu menikah, apakah kamu akan memakainya?” Kebetulan teman saya ini seorang pria. Dia menjawab, “Saya pasti akan buang sepatu itu. Ya, nggak akan maulah.”

Saya bertanya lagi, “Bagaimana kalau kamu dipaksa oleh anggota keluarga lain?” Dia menjawab, “Saya tidak peduli, saya tetap tidak akan memakainya.” Lalu saya katakan kepadanya, “Seringkali kita berani untuk menolak barang yang orangtua kita berikan, semata-mata karena kita berpikir ada pilihan yang lebih baik. Namun, mengapa untuk masalah keyakinan, masalah Sorga dan Neraka, masalah Tuhan, kita terima begitu saja apa yang nenek moyang kita turunkan?”

(Baca juga: KINI KITA MEMILIKI DASAR UNTUK BERHARAP)

Teman saya terdiam dan mulai berpikir. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

  1. Kita telah diwariskan untuk hidup di surga oleh Tuhan. Apa yang kita imani hari ini menentukan bagaimana kita hidup di bumi dan setelah meninggalkan. Percaya dan hidup dalam FirmanNYA. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.